Inovasi Sekolah Daring SMAN 3 Probolinggo: Bentuk Grup Whatshap Antar Kelas, Wacanakan Radio Online

Muhammad Muslih
Sabtu, 20 Jun 2020 20:15 WIB

SEBELUM COVID: Siswa SMA 3 Kota Probolinggo sudah akrab dengan teknologi digital dan pembelajaran daring sejak sebelum covid-19 mewabah.
AKTIVITAS siswa di SMAN 3 Kota Probolinggo tidak seperti biasanya. Kelas yang biasanya riuh, kini kosong tak berpenghuni. Hanya ada aktivitas guru yang masih bekerja seperti biasa di sekolah yang berada di jalan Jeruk, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu.
Sementara siswa, menjalani pembelajaran daring.
Meskipun demikian, saat Tadatodays.com berkunjung ke sana, ada beberapa siswa beraktivitas. Seperti berlatih pentaque, olahraga andalan sekolah tersebut.
Kedatangan Tadatodays.com disambut Waka Humas Puji Hari Wibowo, karena kepala sekolah sedang bertugas di luar kota. “Ya, seperti ini kondisinya, guru tetap masuk, siswa belajar di rumah,” katanya.
Puji-begitu pria ini akrab disapa, mulai bercerita tentang inovasi sekolah dalam memfasilitasi siswa agar tetap belajar. Meski, hanya di rumah, SMA 3 menjaga komunikasi dengan siswanya tetap lancar.
Berbeda dengan sekolah lainnya, SMAN 3 Kota Probolinggo mempermudah belajar siswa dengan cara sederhana. “Yang paling penting bagi kami siswa bisa belajar semua,” ujarnya.
.png)
Untuk mempermudah komunikasi, sekolah membentuk grup whatshap antar kelas. Setiap kelas ada admin yang bertugas untuk mengkoordinir teman-temannya. Setiap kelas dipandu masing-masing wali kelas. “Wali kelas akan memberikan materi pelajaran di sana. Jika ada kesulitan, juga akan diselesaikan melalui grup itu,” tegasnya.
Mantan guru di SMAN 2 Kota Probolinggo itu mengaku, cara tersebut efektif dilakukan. Mengingat kondisi siswanya yang banyak dari desa. “Dengan grup ini semua bisa teratasi,” tuturnya.

Tapi, terkadang masih ada siswa kesulitan. Utamanya mereka yang tidak punya telepon seluler. “Kalau yang tidak punya HP, nanti ada temannya yang jadi admin bantu. Mereka akan mengerjakan lewat scan foto, materi pelajaran scan lewat foto termasuk jawabannya juga sama,” urainya.
Sebetulnya, siswa sudah ada bantuan paket data dari sekolah lewat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar 60 ribu. “Tapi karena tidak punya handphone ya tetap kesulitan. Makanya kita ingin cara mudah agar anak-anak tetap bisa belajar,” ceritannya.
.png)
LATIHAN: Siswa mengikuti pembelajaran melalui ponsel andorid masing-masing dalam sebuah sesi kelas di SMAN 3 Kota Probolinggo. Selama pandemi, model pembelajaran daring ini tetap digunakan dengan menggunakan aplikasi WhatsApp.
Prinsip sekolah, tidak perlu aplikasi yang muluk-muluk, tapi kondisi yang harus diprioritaskan. Padahal sekolah sendiri sudah menjajal banyak mulai aplikasi. Mulai Zoom hingga aplikasi yang lain untuk komunikasi selama covid-19 masih mewabah. “Aplikasi hanya sebagai alat komunikasi, yang terpenting bagi kami semua bisa mengikuti materi pembelajaran,” ucapnya.
Meski begitu, dirinya tetap mengaku merencanakan pengembangan pembelajaran online lainnya. "Yang saat ini kami pikirkan adalah pengambangan radio online. “Radio online ini tidak banyak memakan data internet. Berbeda dengan aplikasi Zoom yang memang banyak memakan paket data. Dengan data yang diberikan sekolah 8 GB, tidaklah cukup untuk waktu sebulan,” jelasnya.
Komunikasi melalui radio online atau streaming sedang coba kami pikirkan. Jika pandemi tetap berlangsung, pembelajaran online tetap menjadi salah satu alternatif terbaik. “Nanti kami coba pakai radio online, saat ini masih dalam wacana kami,” pungkasnya. (mm/hvn)
.png)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)