Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-07-31 20:47:13

Insentif Tenaga Medis Cair, Pemkot Probolinggo Kucurkan Rp 1 Miliar

BAGI: Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengumumkan perihal pemberian insentif untuk tenaga kesehatan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemerintah Kota Probolinggo mencairkan insentif untuk tenaga medis yang bertugas di RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Pendataan sudah selesai dilakukan dan pemkot menyiapkan anggaran senilai Rp 1 Miliar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Penyerahan insentif masih dilakukan secara simbolis di aula RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, Jum’at (31/7/2020) pukul 10.30. “Yang sudah keluar dari Jawa Timur sampai hari ini. Ke 70mungkinan ada sekitar 15 sampai 20 daerah, termasuk sini,” terang Plt Direktur RSUD dr Mohamad Saleh, dr. Abraar HS Kuddah.

Baca Juga : Nakes Tertular Covid-19, Puskesmas Pajarakan Probolinggo Ditutup

Sementara Walikota Probolinggo, Hadi Zaenal Abidin mengatakan insentif untuk tenaga kesehatan (Nakes) yang meninggal dunia terpapar covid-19 masih menunggu aturan dari pemerintah pusat. “Kita lihat apa keputusan dari menteri kesehatan,” terang Walikota Probolinggo, Hadi Zaenal Abidin.

Baca Juga : Satu Lagi Nakes RSU Wonolangan Probolinggo Terpapar Covid-19, Layanan Tetap Buka

Menurutnya insentif yang diserahkan pada Jum’at siang, untuk Maret sampai dengan Mei. Sebanyak 90 nakes yang ada di RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo mendapat haknya. “Untuk tenaga kesehatan yang di puskesmas, insya Allah minggu depan kita akan realisasikan insentifnya,” jelas orang nomor satu di Pemkot Probolinggo itu.

Pria yang biasa disapa Habib Hadi ini mengaku ada sejumlah kendala dalam pencairan insentif tersebut. Salah satunya perubahan regulasi yang mana awalnya ditanggung 100 persen oleh pemerintah pusat. “Tapi ada regulasi aturan baru 60 persen pusat, 40 persen daerah. Sehingga kami langsung menyiapkan untuk memberikan insentif sesuai dengan regulasi dari kementerian kesehatan yang ada,” jelasnya.

Politisi DPC PKB Kota Probolinggo itu berharap insentif Juni dan Juli dapat dikeluarkan setiap usai tutup buku bulan ini. Tepatnya minggu awal bisa langsung dicairkan lagi. “Harapan saya seperti itu, tapi tentunya kita tidak bisa lepas dari regulasi dan aturan yang ada. Itu menjadi komitmen kita, karena kita ingin mereka tenang dalam menghadapi Covid-19. Tentunya insentif untuk tenaga kesehatan menjadi prioritas Pemerintah Kota Probolinggo untuk disegerakan, karena mereka menjadi garda terdepan untuk penanganan Covid-19 di Kota Probolinggo,” tegasnya.

Nakes yang menerima insentif di RSUD dr Mohamad Saleh sebanyak 90 orang terdiri dari 11 dokter spesialis; 8 dokter umum; 54 perawat; 4 bidan;  6 radiografer; 14 analis kesehatan; 2 ahli gizi. Jumyang diteri pun bervariasi sesuai dengan keputusan menteri kesehatan dan dipotong pajak. Untuk dokter spesialis Rp 15 juta; dokter umum Rp 10 juta; bidan dan perawat Rp 7,5 juta; tenaga medis lainnya Rp 5 juta. (hla/hvn)