Intensitas Kendaraan Besar Makin Tinggi dan Membahayakan Warga, Dewan Desak Arus Lalin Gatot Subroto Segera Dialihkan

Amal Taufik
Thursday, 18 Jun 2026 17:43 WIB

LALIN: Arus lalu lintas kendaraan besar menuju arah Jalan Gatot Subroto, Kota Pasuruan.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Anggota DPRD Kota Pasuruan Aris Ubaidillah mendesak agar arus lalu lintas kendaraan besar di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Gadingrejo imbas perbaikan Jembatan Bukwedi segera dialihkan. Menurutnya, intensitas kendaraan besar makin tinggi dan membahayakan warga.
Aris mengungkapkan, intensitas paling tinggi terutama kendaraan besar yang melaju dari arah Surabaya ke Probolinggo. Sementara sebaliknya, dari arah Probolinggo ke Surabaya, intensitas kendaraan besar cenderung normal.
"Saya bisa bilang perbandingannya 5 banding 50 mungkin. 5 kendaraan dari timur, 50 kendaraan dari barat. Rumah saya di pinggir jalan raya tepat, jadi saya tahu betul," kata Aris, Kamis (18/6/2026).
Tidak hanya itu, Aris menyebut, sejak pengalihan arus lalu lintas kendaraan dari arah barat, ia mencatat ada 4 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalur tersebut.

Politisi PPP itu menambahkan, sudah mengajukan audiensi terkait hal ini ke Kantor DPRD Kota Pasuruan. "Awalnya mau blokade jalan, bilang ke saya, saya bilang sebaiknya bersurat audiensi dengan DPRD dan stakeholder terkait. Warga sudah berkirim surat, segera kami tindaklanjuti," ujarnya.
Ketua DPRD Kota Pasuruan, M. Toyib mengungkapkan, pada Rabu (17/06/2026) siang, pihaknya menggelar rapat bersama pemkot dan Satlantas Polres Pasuruan Kota di kantor DPRD Kota Pasuruan.
Toyib menyebut, hasil rapat memunculkan 2 rumusan. Pertama, kendaraan besar dari arah Surabaya menuju Probolinggo tetap lewat Jalan Gatot Subroto atau Jalur Lingkar Selatan. Kendaraan dari arah Probolinggo ke Surabaya akan dialihkan di simpang empat Kebonagung untuk lewat Jalan Panglima Sudirman hingga tembus ke Jalan Hasanudin.
Rumusan kedua, menurut politisi Golkar tersebut, kendaraan besar dari arah Surabaya ke Probolinggo akan dialihkan langsung masuk gate tol Rembang. "Tapi kalau yang kedua ini kami masih harus koordinasi lagi dengan Jasa Marga dan Pemkab Pasuruan," kata Toyib. (pik/why)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)



