Jagonya Kalah, PPP Kota Probolinggo Putuskan Merapat ke Habib Hadi Zainal Abidin

Udin Asnawi
Udin Asnawi

Friday, 28 Dec 2018 14:01 WIB

Jagonya Kalah, PPP Kota Probolinggo Putuskan Merapat ke Habib Hadi Zainal Abidin

MENGALIHKAN DUKUNGAN: DPC PPP Kota Probolinggo saat menggelar pertemuan dengan perwakilan Habib Hadi Zainal Abidin. Dalam pertemuan itu, PPP menyatakan sikap mendukung pemerintahan Habib Hadi dengan Soufis Subri.

PROBOLINGGO – Pascapilkada serentak 2018, arah dukungan parpol berubah. DPC PPP Kota Probolinggo yang pada Pilkada lalu berkoalisi dengan Partai Golkar, kini dengan bulat mendukung pasangan Habib Hadi Zainal Abidin-Mochamad Soufis Subri.

Berubahnya pandangan politik partai berlambang Kakbah itu, ditegaskan Ketua DPC PPP Kota Probolinggo, David Rosidy, Kamis (20/12). David mengatakan, pengurus DPC, PAC, hingga ranting sepakat dengan keputusan tersebut. Keputusan itu disepakati dalam pertemuan yang digelar di kantor DPC PPP, Jl Slamet Riyadi, Kota Probolinggo.

Dalam pertemuan tersebut, Habib Hadi sejatinya diundang untuk hadir bertemu dengan kader-kader PPP. Hanya saja, ketua DPC PKB itu  berhalangan hadir. Namun, pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin itu mengirim utusan untuk menghadiri pertemuan politik tersebut.

“Intinya kami siap mendukung wali kota terpilih untuk kemaslahatan masyarakat Kota Probolinggo,” kata pria yang juga anggota DPRD Kota Probolinggo itu.

David menyatakan, sikap tersebut didasari sejumlah pertimbangan. Antara lain, PKB dan PPP sama-sama merupakan partai dengan basis Islam. PPP selama ini juga belum pernah menjadi oposisi. “Kalau di oposisi, kami tidak bisa urun rembug untuk Probolinggo ke depan yang lebih baik,” terangnya.

Pasca pertemuan di kantor DPC PPP, parpol yang memiliki tiga kursi dari total 30 kursi di DPRD tersebut, akan bertandang ke kediaman Habib Hadi di rumahnya.

Diketahui, Pilkada Kota Probolinggo diikuti empat pasangan calon (Paslon). Paslon nomor urut 1, berangkat dari jalur independen. Yaitu pasangan Suwito dan Fery Rahyuwono. Paslon nomor urut 2, adalah Fernanda Zulkarnain dan Zulfikar Imawan. Diusung koalisi Golkar, NasDem, PPP, dan Gerindra.

Paslon nomor urut 3, diusung PDIP Perjuangan. Yaitu Syamsu Alam dan Kulub Widyono. Adapun Paslon nomor urut 4, Habib Hadi dan Soufis Subri yang diusung koalisi PKB, Demokrat, dan PKS. Persaingan paling sengit terjadi antara paslon nomor urut 2 dan nomor urut 4. Hasilnya, Habib Hadi Zainal Abidin dan Soufis Subri memenangi pilkada. (alf/sp)


Share to