Jatim Bersholawat di Pasuruan, Jamaah sampai Panjat Tembok

Mohamad Fikri Syauqi
Mohamad Fikri Syauqi

Wednesday, 02 Nov 2022 15:00 WIB

Jatim Bersholawat di Pasuruan, Jamaah sampai Panjat Tembok

LAUTAN MANUSIA: Jawa Timur Bersholawat yang diikuti beribu jamaah hingga memenuhi Stadion Untung Suropati Kota Pasuruan, Selasa (1/11/2022) malam.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2022 dan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke - 77.dipuncaki di Stadion Untung Suropati Kota Pasuruan, Selasa (1/11/2022) malam dengan kegiatan sholawat bersama Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf. Kegiatan ini diikuti ribuan jamaah yang memenuhi stadion.

Dalam pengamatan tadatodays.com, jamaah sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Ribuan jamaah yang ingin bersholawat bersama Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf atau Habib Syeikh, sudah  memenuhi stadion sejak pukul 17.00. Padahal, acara baru di mulai pukul 19.00 WIB.

Kegiatan ini  dihadiri Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa,   Wali Kota Pasuruan Gus Syaifullah Yusuf. Lalu hadir pula Wakil Bupati Pasuruan KH. Mujib Imron dan jajaran Forkopimda.

PANJAT TEMBOK: Belasan remaja nekat memanjat tembok Stadion Untung Suropati Kota Pasuruan demi bisa masuk dan ikut bersholawat bersama.

Dalam acara bertajuk “Jawa Timur Bersholawat” ini menampilkan 700 lebih penabuh rebana. Acara diawali dengan lantunan-lantunan sholawat oleh 700 penabuh rebana, dilanjut dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Lailatul Amelia, pemenang Juara 1 MTQ Tingkat Nasional. 

Berikutnya ada sambutan dari Gus Ipul. Setelah itu lantunan sholawat bersama Habib Syeikh. Ribuan jamaah antusias melantunkan sholawat dibarengi dengan kibaran bendera-bendera Syekhermania (penggemar Habib Syeikh).

Aparat kepolisian bersama TNI, Satpol PP, Dishub dan Banser bersama-sama melakukan pengamanan kegiatan ini. "Sekitar 450 personel polisi Kota Pasuruan. Sisanya gabungan bersama TNI, Satpol PP, Disuhub, dan Banser," kata Kasatlantas Polres Pasuruan Kota AKP Yudiyono.

Acara berjalan khidmat, meskipun sempat turun gerimis. Saat di dalam stadion sudah menjadi lautan manusia, di luar stadion masih ada banyak jamaah yang berusaha masuk. Namun, pintu stadion sudah ditutup, karena dalam stadion sudah penuh.

Nah, ternyata ada belasan remaja yang nekat memanjat dinding stadion demi bisa masuk. Itu terjadi di dekat pintu masuk pojok kanan sebelah utara. Saat itu sekitar pukul 19.46 WIB.

Aparat kepolisian mengetahui hal itu. "Ayo muduno le… Turun-turun. Engkok nek tibo, ra sido sholawatan," kata salah satu anggota polisi dengan pengeras suara. Tetapi, para remaja itu terus saja memanjat tembok. (uqi/why)


Share to