Jebol Tembok Gunakan Celurit, Aksi Pencuri Sapi Rapi dan Terorganisir

Syarif Hidayatullah
Wednesday, 10 Apr 2019 08:15 WIB

TERORGANISIR: Kapolres Lumajang mengawal jalannya rekonstruksi pencurian sapi milik Misrah, warga Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Selasa (09/04). Masyarakat berjubel menyaksikan jalannya rekonstruksi tersebut.
LUMAJANG - Masyarakat Desa Bades, Kecamatan Pasirian menyaksikan secara langsung peristiwa pencurian sapi milik Misrah, warga desa setempat. Sembilan pelaku menjalankan peran masing-masing saat melakukan pencurian, Selasa (09/04).
Dalam rekonstruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) keenam pelaku menjadi tontonan warga yang sudah menunggu sejak siang kemarin. Mereka memakai baju tahanan dengan kaki bekas tembakan.
Awalnya, pelaku bernama Husnan, Neran, Busiri dan Andri menunjukkan aksinya malam itu sekitar pukul 00.00. Kandang sapi milik Misrah memang menjadi tujuan aksi malam itu.
Busiri membobol tembok dinding kandang menggunakan celurit yg dibawanya. Pelan-pelan Busiri melubangi tembok.
Setelah dinding bolong Hais masuk melalui lubang untuk mmasuk kedalam kandang sapi. Kemudian Husni membuka pintu kandang.
Lalu, Neran, Hais dan Busiri masuk melalui kandang yang sudah dibuka oleh Hais. Setelah masuk, ketiganya mulai membuka tampar satu persatu. Sementara, di luar tembok ada Andri yang bertugas mengawasi lokasi pencurian.
Kemudian Hais menuntun sapi dari kandang. Lalu, sapi tersebut diserahkan kepada Andri yang memang berjaga di luar.
Selanjutnya, Andri berjalan duluan. Sedangkan Hais menunggu kawannya yang masih proses melepas tali tampar sapi.
Setelah Neran dan Busiri keluar, mereka bersama-sama menuntun sapi melalui pematang sawah. Andri yang berjalan duluan sempat berjalan kearah yang berbeda (tersesat) dari kawannya (Hais, Neran dan Busiri).
Karena ketakutan, Andri meninggalkan sapi yang sempat dibawanya dan berlari mencari kawannya yang lain. Akhirnya mereka bertemu kembali dalam radius satu Kilometer dari lokasi Andri sebelumnya. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan dengan hanya membawa dua ekor sapi.

Setelah itu, Neran menelfon Tingal, Amiri dan Nisap untuk menginformasikan bahwa sapi sudah diperoleh. Selanjutnya Tingal, Amiri dan Nisap mengamankan jalur yang dilewati. Yaitu mulai Desa Bades, Selok Awar-Awar, Selok Anyar. “Perjalanan sekitar 10 kilometer,” ungkap Busiri salah satu pelaku.
.png)
Sekitar pukul 05.00, para pelaku sampai di Desa Selok Anyar. Kemudian sapi tersebut dimasukan di kandang sapi milik Husnan dan Orep yang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh mereka.
Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, rekonstruksi untuk membuat pelaku pencurian yang sudah berpuluh-puluh tahun di Lumajang itu jera.
“Alhamdulilah, kami berhasil mengungkap pencurian sapi yang menjadi persoalan selama puluhan tahun di wilayah Lumajang. Sekarang saya ingin membuat para pelaku pencuri sapi merasa dihantui oleh Tim Cobra, karena saya akan lakukan penggeledahan kampung selama satu bulan penuh setiap ada satu pencurian sapi,” ujar Kapolres Arsal.
“setiap kejadian pencurian sapi kami akan libatkan anjing pelacak. Dimana saat ini kami sudah memiliki 2 ekor, selain itu kami juga akan gunakan Drone,” sambungnya.
Arsal juga mengimbau Hais, Neran dan Nisap yang masih buron agar segera menyerahkan diri. Percuma mereka melarikan diri, karena Tim Cobra sudah mengantongi ciri-ciri ketiganya. Cepat atau lambat, polisi pasti akan menangkap mereka. Tim Cobra berjanji akan membuat hidup ketiga tersangka tidak tenang, karena Tim Cobra akan bergentayangan menghantui mereka.
“Lebih baik kalian segera menyerahkan diri, agar kalian segera menjalani kehidupan normal setelah bebas. Kalian bisa hidup tenang bersama keluarga dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” imbau Arsal.
Sementara, Ketua Tim Cobra Polres Lumajang AKP Hasran Cobra Juga menyarankan pelaku yang buron segera menyerahkan diri.
“Percuma kalian hidup tapi dihantui kecemasan. Sebaiknya segera menyerahkan diri, karena kami telah menyimpan data-data kalian. Semua tinggal menunggu waktu. Tim Cobra tidak akan memberi ampun dalam upaya melakukan penangkapan. Sudah jelas akibatnya, jika terpatuk Cobra,” pungkas Hasran. (mm/sp)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)