Imam Wahyudi


Wartawan Tadatodays.com | 2022-05-11 07:18:00

Jejak Imron Skater Melahirkan Kencono Mulyo

Imron Marta Doni

“Sejak awal saya ingin mengubah mindset kurir. Bahwa kurir tidak hanya urusan delivery, tetapi kurir adalah pekerjaan yang fun, bebas, dan bisa berkarya.”

MULA-mula Imron menjadi bagian dari anak-anak muda yang gandrung main game online lewat smartphone. Saat kadung keasyikan main bareng (mabar) game online di tempat biasa berkumpul, mereka cenderung mager (malas gerak).

Baca Juga : Jejak Imron Skater Lahirkan Kencono Mulyo

Perutnya sedang “menjerit” minta diisi. Kerongkongan diserang “kemarau”parah. Sementara, rokok pun ludes. Namun, konsentrasi mereka tetap tertancap pada layar gawai dengan jemari “menari” berkelindan di permukaannya.

Baca Juga : Kesal Campur Ngakak, Kurir Paket Nyasar ke Kuburan

Semua kadung keasyikan bermain. Tidak ada yang mau bergerak.

Dalam situasi seperti itu, dibutuhkan sosok “relawan”, yaitu orang yang mau menyediakan jasa untuk membantu membelikan makanan, minuman maupun rokok. Di momen seperti itulah Imron mengulurkan jasanya.

Tak ayal, para gamer itu pun merasa sangat terbantu. Mereka tidak ragu membayar jasa Imron membelikan aneka makanan dan minuman yang dibutuhkan.

Begitulah cerita awal Imron merintis usaha jasa kurir lokal di Kota Probolinggo yang kemudian diberi nama: Kencono Mulyo. Seiring perjalanan waktu, Kencono Mulyo terus berkembang. Dari semula hanya seorang diri bekerja sebagai kurir, kini Imron sudah menjadi bos dari 8 kurir yang bekerja dengannya.

Imron tidak pernah gentar setiap hari di jalan aspal yang sama, bersaing dengan perusahaan jasa kurir online yang jauh lebih dulu eksis dan memiliki jejaring lebih luas.

***

KURIR: Kalian cukup di rumah. Biar kami saja yang antar barang anda sampai rumah. Begitulah semboyan para kurir Kencono Mulyo.

Pria itu bernama lengkap Imron Marta Doni. Pemilik tubuh gembul itu lahir di Malang, 27 Maret 1987. Imron merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya seorang lelaki yang juga sudah beranjak dewasa.

Imron tumbuh di tengah keluarga sederhana. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang menggantungkan nafkah dari hasil kerja suaminya. Sedangkan sang bapak bekerja sebagai sopir material, terutama kayu. “Nggak setiap hari bapak dapat muatan,” ujar Imron saat ditemui tadatodays.com di Warkop Pak Harto di Jalan Mas Suharto Kota Probolinggo, Senin (9/5/2022) sekitar pukul 16.30.

Keluarga besar Imron berasal dari Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo. Namun, sejak Imron duduk di kelas satu MI Muhammadiyah, keluarganya tinggal di sebuah rumah tua di Jalan Wahidin atau Kampung Arab yang masuk Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo.

Rumah tua peninggalan masa kolonial Belanda itu berada tepat di samping selatan rumah yang sekarang ditempati kantor tadatodays.com. “Itu dulu rumah milik juragan bapak saya. Jadi, bapak saya disuruh tinggal di situ sekalian merawatnya,” terang Imron soal rumah tua yang ditinggalinya dulu.

Bahwa rumah tua itu angker, Imron tidak mengelak. Imron mengaku pernah bersinggungan dengan makhluk dari dimensi lain dalam rumah tersebut. “Saya sampai pernah kesurupan di situ,” ujar Imron yang kini sudah balik tinggal di rumah keluarga ibunya di Kebonsari Wetan.  

Pendidikan formal Imron dimulai dari MI Muhammadiyah Kota Probolinggo. Setelah itu berlanjut di SMP Negeri 10 Kota Probolinggo. Untuk jenjang SMA, Imron memilih bersekolah di “luar kota”, tepatnya di SMA Negeri 1 Dringu Kabupaten Probolinggo.

Di masa remajanya di tahun 2000, Imron sangat gandrung dengan olahraga skateboarding atau berseluncur di atas papan. Imron termasuk salah satu perintis komunitas skater Probolinggo. Ia aktif berseluncur sejak komunitas skater berlatih di depan kantor pemkot, sampai geser tempat latihan di depan gedung Panti Budaya (sekarang Museum Probolinggo).

Ceritanya, Imron pernah punya angan-angan menjadi skater profesional. Sebagai bukti keseriusannya menekuni skater, Imron bahkan sampai pernah mengalami cedera patah tulang tangannya.

Sampai pada suatu titik, Imron merasa kurang memadai untuk menjadi skater pro. Orientasinya beralih jadi lebih mementingkan mengembangkan komunitas skater. “Yang paling penting supaya skateboard berkembang di Probolinggo,” tutur Imron kemudian menyalakan rokoknya.

***

Di usia remaja, Imron sudah bisa memahami kondisi ekonomi keluarganya. Karena itu, sewaktu masih duduk di kelas 2 SMA, Imron sudah mulai belajar “bekerja” untuk kali pertama. Sebuah perusahaan rokok yang biasa mendukung komunitas skater Probolinggo, memberi Imron kesempatan menghasilkan uang untuk pendapatan pribadi. Caranya, Imron menjual rokok, lalu mendapat komisi dari penjualan itu.

Mendapat peluang tersebut, Imron kemudian bergerilya menjual rokok di lingkungan sekolah-sekolah tingkat SMA di Probolinggo. Untuk setiap satu bungkus rokok yang laku, Imron mendapat komisi Rp 500. Sedangkan di satu sekolah saja, Imron bisa menjual 100 bungkus.

Dari pekerjaan itu, Imron bisa mengantongi duit ratusan ribu rupiah. “Di zaman itu, uang segitu, sudah sangat besar,” katanya. Tapi tidak semua uang hasil berjualan rokok itu dia habiskan sendiri. Sebagian diberikan Imron kepada ibunya.

Pekerjaan berjualan rokok dilakoni Imron sampai setahun setelah lulus SMA, tepatnya pada  2006. Di tahun 2007, Imron baru masuk dunia kerja yang sesungguhnya. Ia bekerja di PT Djarum area Probolinggo sebagai tenaga outsourcing bagian marketing.

Dengan pekerjaan itu, Imron dibayar Rp 450 ribu per pekan. Walau sempat digeser-geser ke beberapa pos di bagian marketing, Imron bisa bertahan menjalani pekerjaan tersebut sampai 2014.

Berikutnya di tahun 2014 – 2015, Imron hijrah ke Malang. Ia bekerja menjadi penjaga sebuah distro di Malang yang merupakan milik temannya, Ganda. Sayangnya, bisnis ini berjalan kurang mulus. Imron kemudian pulang ke Kota Probolinggo dan menjadi pengangguran selama 4 bulan di 2015.

Sambil tetap merawat komunitas skater Probolinggo, pada 2016 Imron kembali bekerja. Imron lagi-lagi menjadi penjaga distro, kali ini milik temannya yang lain, yaitu Dadik. Sayangnya, distro yang sangat terkenal di kalangan skater itu hanya mampu bertahan sampai 2018.

Pada periode 2018 – 2019 Imron ganti ikut temannya bekerja memasang jaringan internet milik salah satu provider. Saat itu memang tahun booming internet di Probolinggo. “Memasang jaringan internet di kantor-kantor, bukan di rumah-rumah,” terang Imron.

Sembari berganti-ganti menjalani beragam pekerjaan di dalam kota, Imron sempat membuka warung kopi di depan rumah tua yang ditinggalinya. Karena itu, begitu lepas dari pekerjaan memasang jaringan internet, Imron berniat membuka warung lagi.

Masih dalam proses menimbang-nimbang, Imron berkonsultasi dengan seorang teman baiknya, Yoga. “Sama Yoga malah diarahkan ke gojek, bukan warung,” tutur Imron.

Saran dari Yoga tidak serta merta diambil oleh Imron. Di saat yang sama, Imron tidak melanjutkan niatnya membuka warung. Lalu tanpa disadari, pergerakan Imron akhirnya memang mengarah ke pekerjaan di jasa ojek barang alias kurir. 

***

Pada 2019, bermain game online di smartphone menjadi kegemaran anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa. Fenomena ini terjadi pula di Kota Probolinggo. Acara mabar terjadi di mana-mana, bahkan di dalam kantor di sela bekerja.

Rupanya, fenomena inilah yang menjadi pintu masuk Imron dalam menjalankan bisnis jasa kurir. Mula-mula Imron menyediakan jasa membelikan makanan, minuman, dan rokok untuk teman-temannya yang sedang mager saat keasyikan main game online. “Awalnya memang ada rasa sungkan. Masak menyuruh teman sendiri. Tetapi, lama-lama ya terbiasa,” kisah Imron.

Sejak awal menyediakan jasa kurir, Imron memasang tarif Rp 5 ribu. “Kadang-kadang juga ada yang memberi lebih,” katanya. Tetapi Imron membatasi jasa kurirnya ini hanya untuk area Kota Probolinggo.

Untuk menjalankan usaha ini, Imron menyediakan modal awal Rp 100 ribu. Duit sebesar itu dipakai terutama untuk dana talangan waktu membelikan barang yang dipesan pelanggan.

Lalu pelan-pelan Imron mempromosikan jasa kurirnya melalui sosial media. Instagram dia pilih sebagai media branding. Sedangkan WhatsApp bisnis dipilih sebagai media untuk direct selling jasanya.

Strategi itu membuahkan hasil. Bila di masa-masa awal Imron mendapat 10 order dalam sehari, dengan bantuan sosial media, langsung naik sampai 30 order dalam sehari. Walau intensitas order naik, ongkos kurir tetap Rp 5 ribu, meskipun itu dijalankan Imron seorang diri.

Ceruk bisnis yang terlihat makin terang ini diseriusi oleh Imron. Masih di tahun 2019, Imron menetapkan nama “Kencono Mulyo” pada usaha jasa kurir yang dirintisnya ini. Kencono berarti kereta. Mulyo diambil dari nama bapaknya, Mulyono. “Kencono Mulyo, maksudnya ‘kereta kemuliaan’,” kata Imron menyimpulkan.

Maret 2020, pandemi Covid-19 pecah. Di masa masyarakat diharuskan lebih banyak stay di rumah demi menghindari penyebaran virus, Kencono Mulyo mengalami peningkatan order luar biasa. Dalam sehari, Imron bisa mendapat sampai lebih dari 50 order.

Di masa pandemi, orderan tidak hanya berasal dari masyarakat umum. Kencono Mulyo juga menyediakan diri menjadi relawan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kota Probolinggo untuk membantu mendistribusikan masker dan APD (Alat Pelindung Diri). “Belum lagi order dari tenaga medis di puskesmas-puskesmas yang membutuhkan makanan, barang, dan sebagainya,” terang Imron.

Sampai akhir 2020, Imron masih menjalankan Kencono Mulyo seorang diri.

Tahun 2021 seperti memiliki dua sisi bagi Imron. Di satu sisi menjadi tahun kesedihan. Bapaknya meninggal dunia setelah didera penyakit stroke. Sedangkan sang ibu sudah lebih dulu meninggal dunia pada 2012 setelah cukup lama menderita diabetes. Alhasil, sejak 2021, Imron hanya tinggal berdua dengan adik lelakinya.

Di sisi lain, tahun 2021 menjadi tahun pengembangan Kencono Mulyo. Imron mulai menambah pasukan. Ada tiga orang yang direkrut menjadi driver atau kurir Kencono Mulyo. Walau sudah memiliki pasukan kurir, Imron tetap ikut turun langsung menjadi kurir. “Jadi dengan empat orang kurir, dalam satu hari bisa mendapat 80 order,” tambah Imron.

Selain ordernya terus meningkat, Kencono Mulyo juga terus mengembangkan layanannya. Kencono Mulyo tidak lagi hanya menjadi kurir makanan, minuman dan barang, tetapi juga sudah melayani antar-jemput orang, maupun antar-jemput anak sekolah.

Prinsipnya, kata Imron menggambarkan strateginya, bila seorang ibu sudah menggunakan jasa Kencono Mulyo, maka kebutuhan suami dan anaknya juga bisa dipenuhi. “Bahkan kami juga bisa melayani jasa membawa sepeda motor ke bengkel untuk diservis, lalu mengantarnya kembali setelah diservis,” ujar Imron.

Semakin banyak jenis layanan yang diberikan, order pun terus meningkat. Memasuki 2022, Imron sampai menambah lagi 5 orang driver untuk memenuhi order. Umumnya para driver yang direkrut itu adalah orang terdekat di lingkungan Imron. “Termasuk adik saya sendiri,” katanya.

Sampai awal Mei 2022, Kencono Mulyo sudah memiliki 9 orang driver, termasuk Imron sendiri. “Setiap satu orang driver mendapat rata-rata 30 order per hari,” ujar Imron.

Rumus sistem pendapatan yang diterapkan di Kencono Mulyo sederhana saja. Pendapatan setiap driver per harinya dipotong 20 persen untuk pengembangan perusahaan. Jadi, bila seorang driver dalam satu hari mendapat 30 order, maka ia bisa membawa pulang Rp 130 ribu per hari. Jika dihitung dalam satu bulan dengan libur setiap Minggu, seorang driver Kencono Mulyo bisa mendapat penghasilan Rp 3 juta lebih.

Di tengah perbincangan dengan tadatodays.comhari itu, Imron mengaku sedang dalam proses merekrut 5 driver baru. Bila terwujud, maka Kencono Mulyo di tahun 2022 ini bakal diperkuat oleh 14 driver atau kurir.

Tidak ada sukses yang datang tiba-tiba. Imron merasakan betul masa-masa susah merintis usaha jasa kurir ini.

Imron bercerita, di masa-masa awal, ia juga pernah diamuk pelanggan. “Gara-garanya saya memaksa mengambil terlalu banyak, sampai 15 order di jalur yang berbeda-beda. Sampai akhirnya saya terlambat memenuhi pesanan. Molor sampai setengah jam lebih,” kisahnya.

Dari pengalaman itu, Imron akhirnya mendapat pelajaran berharga. Boleh mengambil banyak order, tapi harus di satu jalur.

Masih di masa-masa awal merintis, Imron juga perlu mengukur pasar. “Saya butuh tahu, seberapa banyak orang menggunakan jasa kurir dalam satu hari,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, Imron kemudian sengaja membuka layanan dari malam hari sampai waktu subuh, dan itu berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Ternyata tetap ada saja order masuk di waktu dini hari, bahkan mendekati subuh. “Semua tetap saya layani. Tetapi ya itu, di hari keempat saya jatuh sakit, kena thypus,” ujar Imron disusul tawa lebar.

Selama menekuni pekerjaan ini, ada banyak pengalaman Imron yang dulu terasa pahit, tetapi kini menjadi berasa jenaka. Misalnya ketika suatu saat Imron mendapat order mengambil logam berlapis krom. “Logamnya kecil sih, tetapi lokasinya di Bangil. Kan jauh. Karena sudah kadung mengiyakan, ya terpaksa berangkat ke Bangil,” tuturnya.

Satu lagi pengalaman yang tidak terlupakan oleh Imron ialah ketika ada pesanan mengambil tabung oksigen. Untuk melengkapi informasi, si pemesan mengirimi Imron foto tabung yang dimaksud.

“Di foto, tabungnya terlihat kecil. Tapi ternyata aslinya tabung oksigen yang paling besar, dan berat. Akhirnya terpaksa angkut tabung besar itu pakai sepeda motor. Ya sudahlah yang penting segera bisa dipakai orang tua pemesan yang sedang sakit,” kisah Imron.

***

Sudut sebuah ruangan di samping timur Warkop Pak Harto kini dimanfaatkan menjadi kantor Kencono Mulyo. Satu unit PC digunakan untuk mengelola administrasi sekaligus mengatur traffic order.

Walau bersaing dengan perusahaan besar penyedia jasa kurir, dan perusahan serupa terus bermunculan, Imron dengan bendera Kencono Mulyo tidak pernah gentar. Imron merasa memiliki pembeda, sekaligus kelebihan Kencono Mulyo dibanding perusahaan jasa kurir lainnya. “Terutama pelayanan. Kami mengutamakan kepuasan pelanggan,” ujar Imron.

Imron kemudian memberi gambaran ringkas praktik layanan yang diberikan Kencono Mulyo. Seorang pelanggan memesan dibelikan sebuah barang di toko yang ditunjuk, tetapi barang tersebut tidak tersedia atau habis. Dalam situasi seperti itu, kurir Kencono Mulyo tidak akan berhenti.

“Kami akan menghubungi pelanggan, lalu menawarkan untuk mencarikan barang serupa di toko lainnya. Yang diutamakan ialah supaya kebutuhan pelanggan dapat cepat terpenuhi,” katanya.

Pembeda berikutnya ialah soal spirit. “Sejak awal saya ingin mengubah mindset kurir. Bahwa kurir tidak hanya urusan delivery, tetapi kurir adalah pekerjaan yang fun, bebas, dan bisa berkarya,” kata Imron.

Apa maksudnya pekerjaan yang fun, bebas, dan bisa berkarya? “Fun,” kata Imron, adalah kesenangan membantu orang lain.

Untuk kata “bebas” kemudian Imron menunjukkan outfit yang dikenakannya saat itu. Topi di kepala. Tubuh terbalut kaos hitam dengan logo Kencono Mulyo di dada kiri. Jaket warna gelap menjadi pelapis luarnya. Sedangkan bawahannya, Imron mengenakan celana tiga perempat. “Ini bekerja, tetapi bisa bebas pakai pakaian apapun,” katanya.

Untuk menjelaskan kata “berkarya” air muka Imron jadi serius. Melalui usaha ini, ia ingin bisa membantu orang-orang dekatnya dan teman-temannya mendapatkan pekerjaan. Melalui Kencono Mulyo juga Imron bisa membantu mempromosikan usaha milik orang lain yang menjadi mitranya.

“Saya suka membuatkan video-video toko atau warung yang menjadi mitra saya, terus diunggah di instagram. Jadi, ikut bantu-bantu promosinya,” papar pria bujang berusia 35 tahun ini.

Ada pula cerita tentang seorang disabilitas penjual jajanan ringan di Jrebeng Lor yang dibantu dibuatkan akun sosial media oleh Imron. Dengan begitu, si penjual jajanan ringan itu bisa berpromosi melalui sosial media.

Nah, bila mendapat pesanan jajanan ringan, Imron tidak ragu mengarahkan pelanggannya agar membelinya di penjual jajanan yang disabilitas itu.

Imron yang menapak sukses di usaha jasa kurir, tidak pernah melupakan komunitas skateboard Probolinggo. Tidak pula ia menegasikan anak-anak muda Probolinggo yang bergerak di jalur kreatif.

Di puncak angannya, Imron ingin dari hasil usaha Kencono Mulyo ini bisa membangun sebuah wadah besar yang ia sebut “rumah project.” Wadah itu nantinya memfasilitasi berbagai bakat anak muda Probolinggo. Dari anak muda yang bergerak di clothing, skater, musik, bahkan anak muda penyuka balap motor.

“Pokoknya, saya ingin Kencono Mulyo ini bisa berkarya untuk mengembangkan bakat arek-arek Probolinggo,” kata Imron. (why)