Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-22 20:10:14

Jelang Libur Nataru, Kapolres Probolinggo Pantau Swalayan dan Tempat Wisata

NATARU: Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, menanyakan langsung harga sembako yang dijual di Diva Swalayan Kraksaan kepada manajer swalayan tersebut, Rudi Rizaldi. Dari tinjauan itu, saat ini harga sembako masih normal.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, melakukan peninjauan di dua lokasi jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dua lokasi tersebut yakni Diva Swalayan Kraksaan, dan wisata Pantai Bohay Paiton, Rabu (22/12/2021).

Saat berada di Diva Swalayan, kapolres mengecek ketersediaan sembako yang ternyata masih aman. "Alhamdulilah harganya juga normal," terangnya saat lakukan peninjauan.

Baca Juga : Warga Probolinggo Boleh Keluar Kota, Tapi Ada Syaratnya

Kapolres mengatakan, kalau selain mengecek harga, pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap protokol kesehatan di swalayan tersebut. Termasuk memberikan imbauan kepada pengelola untuk selalu mengikuti peraturan yang sudah berlaku. "Manajer akan menjaga dan mengikuti aturan," katanya.

Baca Juga : Cegah Gangguan Kamtibmas Selama Nataru, Polres Probolinggo Dirikan 3 Pos

Disamping itu, Manajer Diva Swalayan, Rudi Rizaldi mengatakan kalau sampai saat ini harga kebutuhan pokok masih normal. “Jika ada kenaikan, tidak akan signifikan,” ujar Rudi.

Ia juga mengaku kalau pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti peraturan yang berlaku. Sedangkan untuk jumlah pengunjung pada momen Nataru ini, tidak sebanyak pada bulan puasa. "Itu kalau mengaca pada tahun-tahun sebelumnya," kata Rudi.

Sementara di Pantai Bohay, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengecek penerapan protokol kesehatan. "Cukup baik," tuturnya.

Kapolres yang karib disapa Arsya ini menjelaskan, saat ini Kabupaten Probolinggo berstatus PPKM level dua. Karena itu, ia meminta pengelola tempat wisata untuk tidak mengadakan kegiatan yang menyebabkan kerumunan. "Tahun baru tidak ada hiburan," katanya.

Ia juga meminta pengelola tempat wisata untuk menyediakann barcode aplikasi pedulilindungi. Jadi, pengunjung yang datang untuk mengakses barecode tersebut sebelum masuk . "Termasuk pengunjung harus sudah vaksin dua kali," kata perwira asal Aceh itu. (zr/don)