Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-09-10 10:03:03

Jembatan Bergoyang, Terpaksa Merangkak, Akhirnya Ambruk dan Jatuh ke Sungai

DIRAWAT: Dia Ima Susanti, guru SMPN 1 Pajarakan yang menjadi salah satu korban ambruknya jembatan gantung Kregenan, Jumat (9/9/2022) pagi.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Dia Ima Susanti, guru SMPN 1 Pajarakan, menjadi salah satu korban ambruknya jembatan gantung Kregenan, Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jumat (9/9/2022) pukul 07.30. Ima mengingat, dalam kejadian itu dirinya hanya bisa pasrah, hingga sesak nafas setelah jembatan ambruk dan dirinya jatuh ke dasar sungai.

Karena kejadian itu, Ima harus menjalani perawatan di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan. Saat ditemui tadatodays.com pada Jumat petang, Ima menceritakan bahwa ada ratusan siswa SMPN 1 Pajarakan yang mengikuti jalan sehat memeringati Hari Olahraga Nasional (Haornas) Jumat pagi itu.

Baca Juga : RSUD Sudah Pulangkan Semua Korban Jembatan Ambruk

Rute jalan sehat melintasi jembatan gantung Kregenan. Hanya saja, menurut Ima, saat kloter terakhir menyeberang, jembatan gantung goyang-goyang. Saat merasakan jembatan bergoyang-goyang, Ima ketakutan sampai terpaksa berjalan menyeberangi jembatan itu dengan cara merangkak.

Baca Juga : Masuk Sekolah Pasca Jembatan Ambruk, SMPN 1 Pajarakan Gelar Trauma Healing

Namun nahas, meski Ima sudah merangkak, tiba-tiba jembatan ambruk dimulai dari ujung sebelah timur. Semua siswa dan guru yang berada di jembatan gantung saat itu jatuh ke sungai. "Saat terjatuh itu saya langsung sesak napas," terang wanita yang sudah 15 tahun mengabdi sebagai guru itu.

Dalam kondisi sesak nafas, Ima tetap berusaha berdiri dan langsung mengecek kondisi para siswanya. Setelah itu, Ima tak sadarkan diri. Dia baru tersadar setelah ditolong warga menuju atas sungai. "Saya sama Pak Hodik (guru, red), tapi Pak Hodik tidak apa-apa," katanya.

Ima mengatakan, sejak awal diinjaknya, jembatan tersebut sudah goyang dan bergelombang. Goyangan terasa lebih kuat ketika sudah sampai sampai di tengah perjalanan, hingga akhirnya ambruk. "Ketika ambruk, saya nggak ada yang mau dipegang sudah," tuturnya. 

Sedangkan Jum'an, salah seorang siswa yang turut menjadi korban, mengatakan kalau sesaat sebelum terjatuh, ia bersama teman yang lainnya berjalan santai seperti biasa. Hanya, setelah sampai di tengah jembatan, beberapa temannya bercanda dan melompat-lompat. “Jadinya jatuh pas," ujarnya.

Jum’an juga ikut terjatuh ke sungai saat itu. "Karena kaget, langsung bangun saya," aku siswa kelas 8 itu. Tangannya terluka karena terkena bagian besi dari jembatan tersebut.

Dalam kejadian itu, ada 36 siswa dan 9 guru menjadi korban. Mereka terjatuh ke sungai di bawah jembatan. Sempat ada 16 orang yang dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Tetapi sampai Jumat petang, tinggal 10 orang yang masih harus dirawat inap. (zr/why)