Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-09-09 13:21:02

Jembatan Gantung Kregenan Ambrol, Puluhan Pelajar dan Guru Terjatuh

AMBROL: Jembatan gantung di Desa Kregenan, Kraksaan Kabupaten Probolinggo yang menghubungkan dengan Desa Pajarakan Kulon, Jumat (9/9/2022) pagi ambrol pada saat dilintasi puluhan pelajar.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sebuah jembatan gantung di Dusun Krajan, RT 1 - RW 2, Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo ambrol pada Jumat (9/9/2022) sekitar pukul 07.30. Jembatan itu ambrol saat dilintasi pelajar SMPN 1 Pajarakan yang tengah menggelar jalan sehat. Alhasil, puluhan murid dan guru terjatuh ke sungai di bawahnya. 

Berdasar informasi yang dihimpun tadatodays.com, ada 36 siswa dan 9 guru pendamping yang menjadi korban insiden tersebut. Sejumlah 14 siswa di antaranya harus dilarikan ke RSUD Waluyo Jati, Kraksaan untuk mendapat perawatan lanjutan.

Baca Juga : RSUD Sudah Pulangkan Semua Korban Jembatan Ambruk

Jembatan gantung itu menjadi penghubung antara Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, dengan Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan. Menurut Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto, pagi itu para siswa SMPN 1 Pajarakan menggelar jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September 2022. Rute jalan sehat itu melintasi jembatan gantung tersebut.

Baca Juga : Masuk Sekolah Pasca Jembatan Ambruk, SMPN 1 Pajarakan Gelar Trauma Healing

Ada sekitar 600 siswa yang lewat di jembatan tersebut. Sebagian besar siswa sudah berhasil melewati jembatan tersebut. Namun ketika siswa di bagian belakang hendak melintas secara bergerombolan ternyata jembatan tersebut ambrol.

Ada 36 siswa dan 9 guru pendamping yang terjatuh ke sungai di bawah jembatan. Jarak antara jembatan gantung itu dengan sungai di bawahnya diperkirakan sekitar 10 meter. Di antara para siswa yang terjatuh, ada 14 anak yang mengalami luka cukup serius. “Ada sekitar 14 siswa yang dibawa ke (RSUD, red) Waluyo Jati Kraksaan, ada yang di Puskesmas," terang Kompol Sujianto pada tadatodays.com.

Sedangkan Mahfud, ketua RW setempat, saat dikonfirmasi di lokasi mengatakan, pada waktu kejadian ada sekitar 50 orang yang berada di jembatan dengan panjang hampir 50 meter itu. Mereka tidak hanya berjalan, tetapi juga memainkan jembatan. 

Karena menikmati suasana, para siswa itu mengayun-ayunkan jembatan, hingga ada yang menggoyang pagar besi jembatan. Setelah itu, jembatan langsung ambrol. "Kalau yang jalan pertama, enak, masih belum ambrol," paparnya.

Sampiadi, warga setempat yang membatu proses evakuasi, menceritakan bahwa pasca mendengar bunyi jembatan ambrol, ia langsung bergegas dan melihat jembatan tersebut. Ia bersama warga lainnya kemudian segera membantu melakukan proses evakuasi terhadap para korban. “Ini, tangan saya sampai luka. Mungkin terkena besi di jembatan tadi," katanya.

Menurut Sampiadi, para korban mengalami luka berbeda-beda. Ada yang terluka di bagian kaki, luka robek di kepala, dagu dan ada yang pinggangnya sakit. (zr/why)