Dian Cahyani


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-03 23:01:51

Jumlah Kasus Covid-19 di Banyuwangi Tembus 70 pasien

MENINGKAT: Kepala Dinkes Banyuwangi dr. Widji Lestariono memberi penjelasan perkembangan covid-19.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Jumlah kasus positif Covid-19 di Banyuwangi kini menjadi 70 kasus, setelah ada penambahan 12 kasus baru. Adapun yang telah sembuh sebanyak 44 orang dan 3 orang meninggal dunia. Dengan demikian, pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 23 orang.

”Terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 29 Maret 2020, per 2 Agustus 2020 hari ini total ada 70 kasus positif. Di mana 44 orang telah sembuh dan tiga orang meninggal. Saat ini yang dalam perawatan 23 orang, dan terus kita lakukan perawatan dan pemantauan, semoga bisa segera sembuh,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono, Senin (3/7/2020).

Baca Juga : Operasi Masker di Kabupaten Probolinggo Tunggu Hakim dan Jaksa

Rio, sapaan akrabnya, mengatakan, hari ini pihaknya menerima hasil 29 swab. “Hasilnya 12 dinyatakan konfirmasi Covid-19, dan 17 dinyatakan negatif hasil uji swab-nya,” kata Rio.

Baca Juga : KPU Jember Jamin Hak Pemilih yang Terpapar Covid-19

Rio lalu merinci pasien konfirmasi terbaru tersebut. Dari 12 orang tersebut, 6 orang diketahui memiliki riwayat perjalanan luar kota maupun kontak erat dengan orang dari luar kota.

“Ada sopir logistik rute Bali, ada juga sopir yang baru pulang dari kirim barang ke Sidoarjo. Sisanya yang empat adalah orang-orang yang usai melakukan perjalanan dari Sidoarjo, Probolinggo, ataupun kontak erat dengan kerabat asal Surabaya,” beber Rio.

Selain itu, ada empat tenaga kesehatan yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Mereka merupakan kontak erat pasien 54, yang diketahui dekat dengan kerabatnya yang kerap melakukan perjalanan ke Surabaya.

“Kami turut prihatin dengan kondisi ini, karena ada tenaga kesehatan yang terinfeksi. Ini menjadi perhatian kami semua. Namun kami berharap, masyarakat tetap tidak perlu khawatir berlebihan bila akan berobat ke fasilitas kesehatan. Karena semua faskes telah ada protokol penanganan yang ketat,” kata dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya tersebut.

Penambahan kasus konfirmasi menurut Rio, juga didapat dari hasil tracing salah satu pasien positif sebelumnya. “Ada satu pasien perempuan, dia kontak erat dengan pasien 46," jelas Rio.  Rio kembali mengingatkan semua pihak untuk terus tertib dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Covid-19 bukan konspirasi, covid-19 bukan bohong, ini virus yang membahayakan. Maka kita harus taat protokol kesehatan, sering cuci tangan pakai sabun, etika batuk yang benar, makan yang bergizi dan selalu menggunakan masker. Jauhi kerumunan, bila tidak penting sekali, sementara jangan berpergian luar kota. Itu kuncinya agar kita tetap produktif dan aman dari covid-19," pungkasnya. (dee/sp)