Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-05 11:55:06

Jumlah Pengungsi Terus Bertambah, Kekurangan Kebutuhan Balita

PERTOLONGAN PERTAMA: Seorang nenek yang menempati pos pengungsian di Balai Desa Penanggal, harus dipindahkan ke Puskesmas Penanggal karena kondisi kesehatannya menurun. Petugas kesehatan yang berada di pos pengungsia terus memantau kondisi kesehatan para pengungsi.

LUMAJANG, TADATODAYS.COM - Jumlah warga terdampak erupsi Gunung Semeru yang diungsikan ke beberapa tempat pengungsian, terus bertambah. Balai desa, masjid, sekolah, bahkan pendapa Arya Wiraraja yang merupakan pendapa Kabupaten Lumajang, juga dijadikan posko pengungsian.

Hingga Minggu (5/12) pagi, jumlah pengungsi masih terus bertambah. Untuk satu tempat pengungsian dihuni antara 200 sampai 400 orang.

Baca Juga : Pasca Erupsi Kedua, Gunung Semeru Naik Status Jadi Siaga

Seperti posko pengungsian di Balai Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro. Di balai desa tersebut mulai ditempati pengungsi sejak Sabtu kemarin, sekira pukul 15.00. Hingga Minggu ini pukul 11.00 Wib, terdapat 220 orang pengungsi yang didominasi warga Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Baca Juga : Siswa SD di Probolinggo Lelang Lukisan untuk Korban Semeru

Faisal Zahroni, 21, salah satu pemuda Karang Taruna setempat yang bertugas di bagian data mengatakan, pengungsi yang berada di Balai Desa Penanggal kondisinya sehat. Selain di balai desa, sekitar 100 lebih pengungsi lainnya menempati rumah-rumah warga yang berada di sekitar Balai Desa Penanggal. “Ketersediaan makanan sangat mencukupi,” kata Faisal.

Dari hasil pendataan ketersediaan kebutuhan pengungsi, Faisal menyebutkan bahwa logistik yang belum banyak terpenuhi di Balai Desa Penanggal adalah kebutuhan balita. “Susu, pempes dan pakaian,” tuturnya.

Selain itu, sandal jepit juga sangat dibutuhkan oleh para pengungsi korban erupsi Gunung Semeru. Begitu juga dengan kebutuhan pakaian dalam untuk laki-laki dan perempuan. 

Sementara dari pantauan tadatodays.com di Pendapa Kabupaten Lumajang, jumlah pengungsi juga terus bertambah. Warga korban erupsi dari kalangan lansia yang masuk ke area pendapa, diangkut menggunakan mobil ambulans.

Petugas medis, Basarnas, BPBD, Tagana dan petugas evakuasi lainnya juga bersiaga di pendapa. (ang/don)