Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-11 19:28:30

Kabupaten Probolinggo Kini Menjadi Zona Merah

ZONA MERAH: Infografis yang dirilis Pemkab Probolinggo menunjukkan penambahan angka terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 12 orang dalam sehari.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo melaporkan,  kini status Kabupaten Probolinggo sudah beralih. Awalnya kabupaten setempat berstatus zona oranye, kini naik menjadi zona merah, per Kamis (10/9/2020). Perubahan status zona tersebit dipicu dari kasus orang terkonfirmasi positif covid-19 yang terus naik.

Dewi Vironika, juru bicara satgas setempat mengatakan, kenaikan tersebut juga mengacu pada 15 indikator kesehatan masyarakat yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Nasional.

Baca Juga : Operasi Masker di Kabupaten Probolinggo Tunggu Hakim dan Jaksa

"Dari 15 indikator tersebut terbagi menjadi 11 indikator epidemiologi (pola penyebaran penyakit, red), 2 indikator surveilans kesehatan masyarakat dan 2 indikator pelayanan kesehatan," tuturnya.

Baca Juga : KPU Jember Jamin Hak Pemilih yang Terpapar Covid-19

Kemudian, dalam setiap indikator tersebut terdapat skor dan bobot yang berbeda yang kemudian dikelompokan menjadi 4 zona. Yakni zona merah (resiko tinggi), zona oranye (resiko sedang), zona kuning (resiko rendah) dan zona hijau (resiko terkontrol). Untuk indikator surveilans kesehatan masyarakat dapat ditentukan dengan persentase orang positif covid-19 sebanyak 16 persen.

Sedangkan untuk indikator pelayanan kesehatan, dapat ditentukan oleh banyaknya tempat tidur dan ruang ICU (intensive car unit) yang ada di rumah sakit rujukan positif covid-19.

"Saat ini jumlah terpakai pada tempat tidur isolasi dan ICU terus meningkat. Sebanyak 51 persen dari total 109 tempat tidur dan ICU khusus pasien dengan gejala, sudah terisi penuh. Selain itu, tingkat kematian di Kabupaten Probolinggo terus bertambah," jelasnya.

Karena itu, Dewi menekankan agar masyarakat Kabupaten Probolinggo tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Karena menurutnya sebanyak apapun tempat tidur isolasi dan ICU tidak akan pernah cukup jika masyarakat terus melanggar protokol kesehatan.

"Pemkab Probolinggo sudah berusaha menaikkan kapasitas tempat tidur solasi dan ICU. Tetapi jika tetap masih banyak pelanggar protokol kesehatan, maka tidak akan cukup tempat tidur di tambah berapapun," tegasnya.

Diketahui, saat ini pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Probolinggo sudah sebanyak 586 orang. 113 orang di antaranya masih dirawat dan menjalani isolasi, 444 orang dinyatakan sembuh dan 29 orang meninggal dunia. (zr/hvn)