Imam Wahyudi


Wartawan Tadatodays.com | 2022-07-16 20:34:24

Kademangan 1 vs Wonoasih Hadirkan Subowo vs Edy, Wonoasih Menang

BERUMUR: Dua mantan punggawa Persipro Kota Probolinggo, Subowo (kiri) dan Edy Santoso, harus saling berhadapan dalam turnamen sepak bola antarkecamatan Walikota Cup 2022 yang mempertemukan kesebelasan Kademangan 1 kontra Wonoasih.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Turnamen sepak bola antarkecamatan Walikota Cup 2022 yang digelar Askot PSSI bareng Dispopar Kota Probolinggo seakan menjadi ajang come back-nya para mantan pemain Persipro. Setelah Pahing dan Khadafi yang berlaga di pertandingan hari pertama, dua lagi mantan penyerang Persipro, yaitu Subowo dan Edy Santoso, tampak merumput di hari kedua turnamen ini. 

Pada pertandingan jam kedua, Sabtu (16/7/2022), turnamen sepak bola antarkecamatan Walikota Cup 2022 mempertemukan kesebelasan Kademangan 1 versus Wonoasih. Kademangan 1 diperkuat Subowo. Sedangkan Wonoasih diperkuat Edy Santoso.

Baca Juga : Hasil Draw Mengantar Kanigaran 2 Juarai Walikota Cup 2022

Di masa mudanya saat membela panji Persipro, Subowo dan Edy Santoso sama-sama pemain berkarakter menyerang. Subowo yang dulu ceking gesit, cenderung bermain di tengah dan depan. Sedangkan Edy Santoso yang cilik, ulet dan punya speed, biasa leluasa bermain di banyak posisi; tengah, sayap, dan kadang tajam menusuk di depan.

Baca Juga : Dapat Dua Penalti, Kanigaran 2 Tundukkan Mayangan 3

Kini, Subowo dan Edy Santoso sudah sama berumur. Subowo tidak lagi kurus. Perutnya buncit. Badan juga melar. Edy Santoso tidak jauh beda. Tubuhnya berisi, tetapi tidak sampai buncit perutnya.

Subowo dan Edy sama menyadari tubuhnya tidak seperti 10-15 tahun silam. Maka, kini keduanya sama memilih posisi yang paling bisa dijangkau fisiknya, yaitu menjadi playmaker. Walau sudah berumur, larinya sudah tidak terlalu kencang, tetapi sisa-sisa teknik dan skill masih ada lah. Beberapa kali keduanya menjulurkan umpan-umpan matang terukur.

Di tribun, perbincangan penonton banyak mengarah pada nama-nama pemain legendaris Persipro yang ada di hadapannya.

“Bowo (Subowo, red) lemu ngunu saiki ya,” kata salah seorang penonton berkaos hitam di tribun barat.

“Podo ae, iku Edy. Iku pisan, Junaidi, tambah lemu maneh,” sahut penonton di sampingnya.

GAEK: Legenda Arema dan Persebaya Ahmad Junaidi meluangkan waktu menjadi pelatih kesebelasan Wonoasih dalam turnamen sepak bola antarkecamatan Walikota Cup 2022.  

Ya, pertandingan Kademangan 1 versus Wonoasih ini serasa makin lengkap dengan hadirnya legenda Arema dan Persebaya Ahmad Junaidi yang tampil sebagai pelatih kesebelasan Wonoasih. Di turnamen ini Ahmad Junaidi terlihat serius memberi arahan dari tepi lapangan sepanjang pertandingan.

Tiga puluh menit babak pertama, kedua tim bermain sama kuat, saling balas serangan. Tetapi, sepuluh menit jelang berakhirnya babak pertama, Wonoasih harus bermain dengan 10 pemain. Pasalnya, stiker plontos Wonoasih melakukan pelanggaran di tengah skrimit tendangan sudut dan diganjar kartu merah.

Walau bermain dengan 10 pemain, Wonoasih justru berhasil unggul lebih dulu. Pemain Wonoasih dilanggar di kotak terlarang. Edy Santoso yang bernomor punggung 18 tampil sebagai eksekutor. Faktor pengalaman berbicara. Edy sukses menipu kiper Kademangan 1. Bola lengkung yang tidak terlalu keras, masuk ke sisi kiri atas, sedangkan sang kiper bergerak ke kanan.

Skor 0 – 1 untuk keunggulan sementara Wonoasih bertahan sampai turun minum.

Memasuki babak kedua, jual beli serangan kembali terjadi. Beberapa peluang diciptakan Kademangan 1. Tetapi, kiper Wonoasih Diki berhasil melakukan beberapa kali penyelamatan gemilang.

Di tengah babak kedua, Subowo yang bernomor punggung 23 membuktikan tajinya masih ada. Ia berhasil cetak gol penyeimbang. Winger kanan Wonoasih mengirim umpan lambung. Subowo merangsek ke mulut gawang, menyambut  bola. Begitu bola jatuh tepat di depannya, Subowo melesakkan tendangan first time. Tidak terlalu kencang, tetapi bola meluncur ke pojok sisi kiri kiper Diki dan menggetarkan jala gawang Wonoasih.

Namun, kedudukan imbang 1-1 tidak berlangsung lama. Beberapa menit kemudian, Wonoasih dengan 10 pemain, mampu melancarkan skema serangan yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh pemain bernomor punggung 2, Faris Fadilah.

Gol itu disambut sorak sorai para pendukung Wonoasih. Camat Wonoasih Deus Nawandi yang ikut menyaksikan pertandingan itupun ikut berjingkrak-jingkrak di tepi lapangan.

Skor berubah menjadi 1-2 untuk keunggulan Wonoasih. Skor ini bertahan sampai wasit meniup peluit panjang. 

Sementara, pada pertandingan jam pertama turnamen ini mempertemukan kesebelasan Mayangan 1 kontra Kanigaran 2. Pertandingan ini terbilang njomplang. Kesebelasan Kanigaran 2 berhasil menang 6 gol tanpa balas. (why)