Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-16 20:12:27

Kadispendik Jatim Resmikan Technopark di SMKN 1 Kota Probolinggo

GUNTING PITA: Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jawa Timur, Wahid Wahyudi (tengah) didampingi Kepala SMKN 1 Kota Probolinggo, Dwi Anggraeni meresmikan ruangan techno park.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jawa Timur, Wahid Wahyudi mengakui keunggulan inovasi yang dimiliki SMKN 1 Kota Probolinggo.

Hal tersebut disampaikan Wahid Wahyudi ke sejumlah wartawan pada kegiatan peresmian ruang techno park yang berlangsung di SMKN 1 Kota Probolinggo, Senin (16/11/2020).

Baca Juga : Technopark and Library, Inovasi SMKN 1 Probolinggo untuk Memperdalam Kemampuan Siswa dalam Dunia Digital

Wahid Wahyudi mengatakan, bahwa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), itu memiliki tanggungjawab untuk mencetak tenaga kerja yang terampil. Karenanya SMK diharapkan dapat menpersiapkan alumninya memiliki keterampilan yang bisa digunakan bekerja di perusahaan-perusahaan.

Baca Juga : Kadispendik Jatim Resmikan Technopark SMKN 1 Kota Probolinggo

"SMKN 1 Kota Pribolinggo sudah bekerjasama dengan 60 perusahaan untuk jadi tempat magang dan mencari kerja," terangnya.

RESMI: Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jawa Timur, Wahid Wahyudi (kiri) didampingi Kepala SMKN 1 Kota Probolinggo, Dwi Anggraeni (kanan) menunjukkan plakat peresmian ruangan techno park.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur tersebut menambahkan bahwa baik SMK jurusan bisnis maupun SMK jurusan teknik harus ada pembelajaran manajemen. Sehingga para siswa akan memiliki kemandirian untuk menjadi wirausahawan atau start up baru. "Selain punya keterampilan, juga paham manajemen, apabila melanjutkan ke perguruan tinggi juga punya pengetahuan yang dapat menghantarkan ke banyak vokasi. Beri keterampilan, pendidikan manajemen, dan akademik. Sehingga fleksibel, bisa memilih ke perushaan, kewirausahaan, dan bisa ke perguruan tinggi (PT)," jelasnya.

Adapun ruang techno park yang telah diresmikan, menurutnya memberikan wawasan kepada para siswa tentang teknologi masa lalu.

"Ini mengubah bentuk segala aktivitas. Dengan hadirnya teknologi digital, pola-pola sistem pendidikan berubah berbasis digital. Techno park masih baru, peralatan dan fasilitas perlu dilengkapi. Tapi saya bangga alumninya 75 persen ke perusahaan, 15 persen start up atau wirausahawan baru, 10 persen ke PT. Saya harap perlu ditingkatkan," jelasnya.

TERAMPIL: Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi (tengah) didampingi Kepala SMKN 1 Kota Probolinggo, Dwi Anggraeni menyaksikan salah satu siswa menunjukkan keterampilannya menggunakan PenTab untuk desain program jurusan RPL.

SENI: Dwi Anggraeni menunjukkan salah satu hasil karya siswa di bidang seni.

Sementara Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Probolinggo, Dwi Anggraeni mengatakan bahwa ruang technopark menjadi program sekolah menciptakan I-BEST "Inkubator Bisnis, Edukasi, Saind dan Teknologi di SMKN 1 Probolinggo, berharap dalam jangka panjang menjadi sentra ekonomi masyarakat sekitarnya. Technopark menjadi taman pendidikan berbasis teknologi yang dapat mendukung soft skill dan hard skill siswa secara visual,” terang Dwi Anggraeni.

Bahkan di ruang tersebut juga dapat ditemui media RPL. Seperti apa dulu perjalanan media RPL sampai sekarang dan yang akan datang. "Harapannya dengan adanya techno park ini SMKN 1 lebih maju. Karena SMKN 1 ini sekolah berbasis  bisnis manajemen, dengan techno park ini SMK ini bisa menciptakan sekolah yang nantinya kedepan menjadi sentra pengembangan ekonomi masyarakat," pungkasnya. (hla/hvn)