KAI Commuter Surabaya-Probolinggo Tunggu Izin Dirjen Kemenhub, Sediakan 636 Kursi

Alvi Warda
Alvi Warda

Thursday, 19 Feb 2026 13:19 WIB

KAI Commuter Surabaya-Probolinggo Tunggu Izin Dirjen Kemenhub, Sediakan 636 Kursi

KAI: Public Relation KAI Commuter Leza Arladi (kemeja putih) saat diwawancara.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pengajuan operasional kereta commuter Surabaya-Pasuruan masih menunggu keputusan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Nantinya, akan ada 636 kursi yang disediakan untuk penumpang.

Hal ini disampaikan oleh Public Relations KAI Commuter Leza Arladi. Ia menyampaikan pengajuan operasional telah diajukan. Kini, masih dalam proses perizinan lintas pelayanan serta izin operasi.

“Kami saat ini masih menunggu keputusan dari Dirjen Kemenhub setelah pengajuan operasional di awal Maret. Pengajuan sudah masuk ke DJKA dan tinggal menunggu proses perizinan lintas pelayanan dan izin operasinya,” ujar Leza, saat ditemui di Stasiun Probolinggo, Kamis (19/2/2026) pagi.

Menurutnya, apabila seluruh proses perizinan rampung, peresmian layanan ditargetkan berlangsung pada 1 Maret 2026 atau awal Maret 2026. "Peresmian direncanakan akan dilakukan secara langsung oleh wali kota bersama sejumlah jajaran PT KCI ya. Namanya tetap Kereta Komuter Supas," ujarnya.

Untuk perjalanan kereta komuter ini, direncanakan sebanyak dua kali dalam sehari, yakni satu perjalanan pagi dan satu perjalanan malam. "Jadwal dan harga kemarin yang tersebar itu merupakan estimasi dari kami. Sementara kami masih menunggu keputusan pemerintah pusat," ucapnya.

Nah, untuk satu rangkaian (trainset, red) KAI Commuter menyiapkan enam kereta penumpang dan satu kereta pembangkit. Setiap kereta memiliki 106 kursi, sehingga total kapasitas tempat duduk mencapai 636 kursi dalam satu rangkaian. Tiket bakal ditutup apabila sudah sesuai dengan kapasitas angkut di setiap perjalanan.

"Adapun skema kapasitas angkut akan disesuaikan dengan ketentuan operasional. Untuk jarak kurang dari 100 kilometer, okupansi dapat mencapai hingga 150 persen dengan penumpang berdiri. Namun, untuk jarak di atas 100 kilometer, kapasitas berdiri dibatasi maksimal 20 persen dari total tempat duduk,"katanya.

Terkait tarif, KAI Commuter masih melakukan pembahasan lebih lanjut dengan Kementerian Perhubungan. Usulan tarif yang diajukan sebesar Rp 8.000 dari Surabaya ke Probolinggo. Namun keputusan final masih menunggu penetapan dari Kementerian.

“Untuk kereta lokal memang berbeda dengan kereta jarak jauh yang bisa dipesan hingga satu bulan sebelumnya. Di sini pembukaan tiket H-7. Jadi H-7 sebelum kereta ini diresmikan, tiket sudah bisa dibeli di KAI Access,” tutur Leza. (alv/why)


Share to