Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-28 19:23:32

Kambing di Probolinggo Terlahir Bermoncong Dua, Peternak Berharap Keberuntungan

DUA MONCONG: Kambil yang memiliki dua moncong ini lahir pada Minggu (28/9/2020). Peternaknya yang bernama Hakim, 25, menganggap ini keberuntungan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kelahiran anak kambing dengan dua moncong dan dua hidung, serta empat mata membuat geger warga Dusun Dahlia, Desa Sumberagung, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Anak kambing berkelamin jantan yang lahir, Minggu (28/9/2020) itu diketahui peternaknya, Hakim, 25, warga desa setempat pada pukul 21.00 malam. "Tadi malam lahir, istri saya pulang ke rumah usai dari toko, terus ke kamar mandi, ada bunyi kambing, ternyata kambing saya melahirkan," terang Hakim, 25, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Sementara istri Hakim memberitahui Hakim tentang kelahiran kambingnya. Ia lantas bergegas membawa lampu untuk melihat kelahiran kambingnya di kandangnya di belakang rumah. Walhasil, ia terkejut usai salah satu anak kambing terlahir abnormal. "Kambing saya melahirkan dua ekor. Satu ekor betina lahir normal dan sehat. Sedangkan yang jantan punya kelainan. Padahal kambing saya sudah tiga kali melahirkan. Sebelum-sebelumnya anaknya normal semua, yang ketiga kalinya ada satu yang cacat," ungkapnya.

Baca Juga : Petani Dringu Probolinggo Upacara di Sawah, Berharap Petani Diperhatikan

Adapun kambing yang cacat tersebut diberi susu bayi. Dalam semalam anak kambingnya yang cacat tersebut menghabiskan satu botol susu berukuran 200 mililiter. Meskipun anak kambing tersebut cacat, namun kondisinya sehat. Namun kambing tersebut tidak dapat berdiri.

"Sehat, tapi gak bisa berdiri, tidur saja, karena tidak bisa seimbang kepalanya. Tiap satu jam sekali, saya beri minum susu bayi. Sampai siang ini sudah habis dua botol mulai tadi malam," ujarnya.

Sejumlah tetangga di desa setempat pun menyempatkan datang untuk melihat keunikan anak kambing tersebut. Pasalnya moncong atau mulutnya dan hidungnya berjumlah dua. Bahkan telinganya hanya sepasang. Bayi kambing tersebut juga masih bisa mengembek. "Mulutnya kalau satunya buka, mulutnya yang lain ikut buka. Jadinya kalau memberi minum masuk satu mulut keluar di mulut lainnya. Jadi harus diberdirikan cara memberi minum susunya, biasanya kalau normal, usia 40 hari bisa diberi makan rumput," terangnya.

Bapak satu putera itu juga mengaku tidak ada firasat sebelum kambingnya melahirkan anak kambing yang cacat. Namun ia berharap mendapat keberuntungan dengan kelahiran kambingnya. Saat ini ia sudah punya tiga kambing dewasa dan dua anak kambing. "Kambing saya yang melahirkan ini hasil perkawinan anaknya yang sudah dewasa," pungkasnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Yahyadi mengatakan akan menindaklanjuti anak kambing yang terlahir cacat tersebut kepada dokter hewan setempat. (Hla/hvn)