Kandang Ayam di Nguling Pasuruan Ludes Terbakar, Pemilik Rugi Ratusan Juta

Amal Taufik
Amal Taufik

Thursday, 05 Feb 2026 08:14 WIB

Kandang Ayam di Nguling Pasuruan Ludes Terbakar, Pemilik Rugi Ratusan Juta

KANDANG: Kebakaran kandang ayam di Nguling Pasuruan.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Sebuah kandang ayam potong milik warga di Desa Sanganom, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, terbakar pada Rabu (4/2/2026) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kandang ayam yang terbakar diketahui milik Ali Rochman (61), warga Dusun Babatan, Desa Sanganom. Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar sesaat setelah waktu salat maghrib, sekitar pukul 18.00 WIB.

Plt. Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula saat ayam baru saja dimasukkan ke dalam kandang pada sore hari. Setelah itu, kompor penghangat ayam dinyalakan sebelum korban berangkat ke masjid untuk melaksanakan salat maghrib. “Setelah kembali dari masjid, korban mendapati kandang ayam di bagian utara sudah terbakar habis,” ujar Junaidi.

Kandang yang hangus terbakar tersebut berukuran sekitar 8 x 70 meter dan berisi kurang lebih 11.000 ekor ayam yang baru berumur satu hari. Sementara itu, kandang di bagian selatan yang berisi ayam berusia sekitar 15 hari juga terdampak, dengan kondisi terbakar sekitar separuh bangunan.

Api berhasil dipadamkan oleh warga dengan peralatan seadanya sebelum merembet lebih luas. Dua orang saksi, yakni perangkat desa dan seorang pekerja kandang ayam, turut membantu upaya pemadaman awal dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Petugas kepolisian dari Polsek Nguling yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan pendataan. Polisi juga mengamankan sisa material kandang yang terbakar sebagai barang bukti.

Pihak keluarga korban menyatakan tidak menghendaki proses hukum lanjutan dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah. "Untuk korban jiwa nihil. Kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta,” kata Junaidi. (pik/why)


Share to