Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-07-22 19:18:58

Kanit PPA Sebut, Sering Daring Picu Tindakan Asusila Anak di Bawah Umur

MAPOLRES: Selama pandemi, Polres Probolinggo telah menangani 3 kasus asusila dengan korban paling banyak, anak di bawah umur.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Selama masa pandemi covid-19, jumlah kasus asusila di Kabupaten Probolinggo meningkat. Sekitar empat bulan terakhir, polres setempat sudah menangani tiga kasus asusila. Mirisnya, korban semua kasus tersebut adalah anak di bawah umur.

Hal itu diakui oleh Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Iptu Maskur Ansori. Ia menilai bahwa saat berada di rumah, rata-rata orang sering memegang telepon selular guna mengisi kejenuhannya. Tak terkecuali anak sekolah yang usianya masih belum cukup umur dan menyukai media sosial. Dan kasus yang saat ini ditanganinya rata-rata karena efek dari media sosial.

Baca Juga : Akun Palsu Atas Nama Pengasuh Ponpes Nurul Jadid Dilaporkan ke Mapolres Probolinggo

"Baik korban ataupun pelakunya rata-rata masih di bawah umur. Semua berawal dari perkenalan melaui facebook, lalu saling bertukar nomor WA. Di sana mereka lebih dekat dengan melakukan telfon atau video call  dan sampai akhirnya melakukan pertemuan," tuturnya, pada Rabu (22/7/2020).

Baca Juga : Tak Mau Diajak Pergi, Nasir Aniaya Abdullah dengan Pisau

Menurut Maskur, saat para siswa diminta belajar di rumah, siswa memanfaatkan kuota yang sudah disediakan orang tuanya untuk melakukan pembelajaran sesuai arahan sekolah. Namun di sela-sela pembelajaran, mereka juga memanfaatkan sisa kuota untuk melakulan perkenalan dengan teman baru yang ada di akun facebooknya. Tidak hanya itu, terkadang sisa kuota yang dibelikan orang tuanya dibuat untuk menonton film-film dewasa.

"Saya harap untuk orang tua selalu melakukan pengawasan terhadap anak saat pegang HP," tandasnya melaui panggilan via seluler.

Adapun 3 kasus yang di maksud yakni, kasus pertama terjadi di Kraksaan dengan korban masih duduk di bangku SMA dan pelaku baru lulus dari SMA. Kemudian kasus kedua dari Sukapura. Korban sudah wanita dewasa berusia 35 tahun, dan pelakunya adalah siswa yang masih kelas 2 SMA. Terakhir Kasus yang baru saja terjadi yakni korban adalah gadis masih duduk di bangku SMP digilir oleh 5 orang pelaku, 4 orang diantaranya masih di bawah umur. (zr/hvn)