Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-09-28 11:49:00

Kantor Disporaparbud Tak Luput dari Penggeledahan KPK

JUGA DIGELEDAH: Kantor Disporaparbud Kabupaten Probolinggo tak luput dari penggeledahan yang dilakukan KPK RI. Selama penggeledahan berlangsung, anggota polisi bersenjata lengkap berjaga di kantor yang terletak di Jalan Raya Penglima Sudirman, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo itu.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kantor Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, tak luput dari penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Kantor Disporaparbud yang beralamat di Jalan Raya Panglima Sudirman, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo itu digeledah pada Selasa (28/9/2021).

Wartawan tadatodays.com tiba di kantor Disporaparbud sekira pukul 10.00. Terlihat, ada tiga mobil Toyota Innova Reborn yang ditumpangi petugas KPK selama berada di Probolinggo terparkir di halaman depan kantor tersebut. Dari informasi yang dihimpun, tim KPK tiba di kantor Disporaparbud sekira pukul 09.30.

Baca Juga : Geledah Rumah Seorang Kontraktor, KPK Gunakan Mesin Penghitung Uang

Sementara di dekat pintu masuk gedung kantor Disporaparbud, berjaga dua anggota Sabhara Polres Probolinggo. Diketahui, selama mobilitasnya di Probolinggo saat melakukan penggeledahan, KPK dikawal oleh anggota Polres Probolinggo Kota. Begitu juga dengan barang yang didapat KPK saat penggeledahan, juga diamankan di Mapolres Probolinggo Kota.

Baca Juga : Langganan Dapat Proyek dan Jadi Timses Hasan Aminuddin, Rumah Pemborong Ini Digeledah KPK

Sama seperti penggeledahan di kantor OPD Pemkab Probolinggo lainnya, setiap orang yang berada di dalam area kantor Disporaparbud tidak diperkenankan keluar. Begitu juga dengan siapapun yang hendak masuk kantor Disporaparbud, juga dilarang. Termasuk, semua wartawan yang meliput penggeledahan tersebut.

Diketahui di hari yang sama, KPK juga menggeledah kantor Dinas Pendikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Dua kantor tersebut sama-sama di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Sebelumnya, KPK juga menggeledah lima kantor OPD Pemkab Probolinggo, Senin (27/9). Yakni, kantor Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Bakesbangpol, Dinas Perhubungan, dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

Di tanggal yang sama pada Senin sorenya, KPK juga menggeledah rumah pribadi Kasi Jasa Konstruksi pada Dinas PUPR Nuris Zamzami, di Perumahan Kebonagung, Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Penggeledahan di rumah keponakan Hasan Aminuddin itu merupakan tindaklanjut dari penggeledahan kantor Dinas PUPR, Kamis (23/9).

Lalu, pada Jumat (24/9), KPK juga menggeledah Mal Pelayanan Publik (MPP) di Jalan Raya Dringu, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. MPP merupakan salah satu layanan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Dari penggeledahan MPP itu, KPK menindaklanjutinya dengan menggeledah rumah pribadi Kepala DPMPTS Kristiana Ruliani, Sabtu (25/9). Rumah Kristiani berada di Perumahan Kalirejo, Kecamatan Dringu.

Sementara diketahui, keberadaan KPK di Probolinggo sejak 30 Agustus 2021 lalu, terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan Pj kades di Kabupaten Probolinggo. Dalam kasus itu, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin. Keduanya disangka menerima suap jual beli jabatan Pj kades.

Selain Puput dan Hasan, KPK juga menangkap mantan Camat Paiton Muhamad Ridwan, mantan Camat Krejengan Doddy Kurniawan, dan seorang ASN Bernama Sumarto yang disiapkan menjadi Pj Kades Karangren, Kecamatan Krejengan.

Tak hanya Sumarto, KPK juga mengamankan 17 ASN lain yang juga dipersiapkan menjadi Pj kades di sejumlah desa. Dengan demikian, total ada 22 orang yang diamankan KPK dan telah diperiksa sebagai tersangka.

22 orang itu juga telah ditahan di sejumlah tempat di Jakarta.

Nah, apakah kedatangan KPK di kantor Dispendik dan Dinkes itu masih ada kaitannya dengan kasus jual beli jabatan Pj kades atau bukan, tadatodays.com belum mengetahui. Sebab, konfirmasi melalui Plt Jubir KPK Ali Fikri belum ada jawaban. (ang/don)