Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-27 19:53:09

Kapolres Jember Berjanji Selesaikan Kasus PSHT versus Pagar Nusa

TAGIH JANJI: Pengurus PCNU dan Pagar Nusa Jember saat bertemu dengan Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin, Senin (26/4) kemarin.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jember bersama Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa setempat mendatangi  Porles Jember, Senin (26/4/2021) kemarin, untuk menindaklanjuti laporan dugaan kasus penganiayaan oleh oknum pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terhadap anggota Pagar Nusa.

Saat bertemu dengan PCNU dan Pagar Nusa, Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut.

Baca Juga : Satreskoba Polres Jember Kembali Ringkus Residivis Pengedar Sabu

Ketua PC Pagar Nusa Jember Fathorrozi mengatakan, kepolisian tidak boleh tembang pilih dalam penegakan hukum. "Siapapun yang melanggar hukum harus ditindak tegas," katanya.

Baca Juga : Oknum Petugas PKH Dipolisikan atas Kasus Dugaan Pungli

Selain meminta Polres Jember serius menangani kasus pengeroyokan yang menimpa anggotanya, pendekar yang karib disapa Fathor itu, juga meminta agar aparat memberikan perlindungan terhadap saksi korban selama proses hukum berlangsung.

Sebelumnya, Fathor menerima laporan adanya rasa ketakutan dan intimidasi yang dialami keluarga korban.

Terpisah, Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin, mengaku telah melakukan pemeriksaan atas insiden yang terjadi dua minggu lalu tersebut. Pihaknya berjanji akan berkomitmen untuk menegakkan hukum secara tegas. "Semuanya kami tangani," ujar kapolres.

Dari awal, lanjutnya, Polres Jember sudah berkomitmen untuk menyelesaikan kasus penganiayaan ini. "Golongan yang bergaya preman akan kami proses," katanya.

Arif mengungkapkan, kejadian serupa bukan hanya terjadi di Kabupaten Jember, tetapi juga terjadi di daerah lain. Untuk itu, kasus yang saat ini dalam proses hukum ini akan disegera diselesaikan olehnya.

Arif juga memperingatkan agar para pihak segera lapor apabila ada anggotanya atau oknum yang sengaja mengulur atau menghambat proses hukum. "Jangan sungkan-sungkan, langsung hubungi saya," katanya. (as/don)