Karantina Pemudik 14 Hari, Pemkab Probolinggo Siapkan 4 Hotel

Zainul Rifan
Zainul Rifan

Sabtu, 04 Apr 2020 22:26 WIB

Karantina Pemudik 14 Hari, Pemkab Probolinggo Siapkan 4 Hotel

DITES SUHU: Pengendara mobil yang melintasi perbatasan di Kabupaten Probolinggo harus melewati pengecekan suhu sebelum dibolehkan melanjutkan perjalanan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemudik yang akan memasuki Kabupaten Probolinggo harus siap-siap dikarantina selama 14 hari. Terlebih, pada pemudik yang baru datang dari daerah zona merah covid-19. Kebijakan mengkarantina pemudik, sebagai antisipasi penyebaran virus tersebut. Pemkab menyiapkan 4 hotel untuk karantina.

Kebijakan karantina ini sesuai dengan kesepakatan dalam rapat yang digelar di Ruang Tengger, Sabtu (4/4/2020). Dalam rapat yang dipimpin Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari itu juga dibahas titik cek poin.

“Kebijakan ini menindaklanjuti PP nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan covid-19,” terang Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian.

Cek poin dilakukan di pintu masuk Kabupaten Probolinggo. Seperti di perbatasan dengan Kabupaten Pasuruan yakni Tongas, pintu keluar tol Muneng, perbatasan dengan Kabupaten Lumajang di Tegalsiwalan, perbatasan dengan Kota Probolinggo di Leces, serta perbatasan dengan Kabupaten Situbondo di Paiton.

Tak hanya itu, cek poin juga dilakukan hingga ke level kecamatan dan kelurahan yang memungkinkan ada jalur keluar masuk orang dari luar kota. “Pemkab juga akan melakukan koordinasi dengan Pemkot Probolinggo, untuk penerapan cek poin di terminal Banyuangga, stasiun, dan pelabuhan,” jelasnya.

Sementara itu, juru bicara satgas covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mengatakan, ada 4 lokasi yang disiapkan untuk karantina. “Tongas di Hotel Bromo Indah, pintu keluar tol Leces dan Tegalsiwalan di Hotel Andira, Paiton di Hotel Cerah. Kami juga menyiapkan Hotel Dhimas,” jelasnya.

Selain itu, Anang juga berharap pemerintah desa dan kecamatan bisa ikut berpartisipasi dalam pengawasan. “Pekan depan kalau sudah siap di kecamatan, juga akan dilaksanakan di tiap kecamatan,” tegas pejabat yang juga Kepala Dinas Kesehatan setempat. (zr/sp)


Share to