Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-13 17:08:28

Karyawan Positif Covid-19, Kafe di Kota Probolinggo Ditutup Sementara

TUTUP: Kafe Mie Gacoan di jalan Suroyo Kota Probolinggo ditutup sementara, pasca seorang karyawan terkonfirmasi positif Covid-19

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kafe Mie Gacoan di Jalan Suroyo Kota Probolinggo, ditutup sementara lantaran satu karyawannya terkonfirmasi positif Covid-19. Kafe tersebut akan kembali beroperasi, setelah hasil tes swab 29 karyawan di kafe tersebut keluar. 

Anggota Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Probolinggo Divisi Keamanan, Agus Efendi, saat menutup kafe tersebut pada Kamis (10/12/2020) lalu, mengatakan bahwa ada satu karyawan di bagian kasir yang positif Covid-19. Sehingga seluruh karyawan langsung ditracing. 

"Setelah hasil swab tersebut, akan menentukan siapa yang positif atau negatif. Kalau karyawan yang positif akan dilakukan isolasi, dan yang negatif bisa bekerja kembali," kata Agus Efendi.

Agus melanjutkan, pengelola kafe kooperatif dan telah bersedia untuk mematuhi kebijakan satgas Covid-19. 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Probolinggo, dr. Nurul Hasanah Hidayati, mengatakan bahwa karyawan perempuan yang positif Covid-19 sebelumnya telah kontak erat dari keluarganya. Kini proses tes swab telah dilakukan dan tinggal menunggu hasilnya.

"Keluarnya hasil swab diperkirakan lima hari kedepan. Terpaparnya karyawan tersebut pada Senin (7/12/2020)," imbuhnya saat ditemui di ruang Puri Manggala Bakti Kantor Wali Kota Probolinggo, Minggu (13/12/2020).

Tadatodays.com telah mendatangi Kafe Mie Gacoan, namun tidak ada pihak pengelola. Saat itu hanya ada dua orang karyawan kafe, namun tidak bisa memberikan keterangan.

Sementara berdasarkan data Pemkot Probolinggo pada Sabtu (12/12/2020), ada tambahan 4 pasien positif Covid-19 di Kota Probolinggo. Dengan demikian, jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Probolinggo mencapai 1040 orang. Dengan rincian, 193 orang dirawat, 767 sembuh, dan 80 orang meninggal dunia. (ang/don)