Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-04 16:48:22

Kasus DBD di Kabupaten Probolinggo Turun

TURUN: Kasus penyakit demam berdarah di Kabupaten Probolinggo selama tahun 2020 menurun, dibanding tahun 2019 lalu. (Sumber: Dinas Kesatan Kabupaten Probolinggo)

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2020 menurun, jika dibanding tahun 2019 lalu. Di tahun 2020 jumlah kasus yang masuk data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo sebanyak 170 kasus. Sedangkan pada tahun 2019 tercatat sebanyak 440 kasus.

Hal tersebut dibenarkan oleh dr. Dewi Vironica, Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) pada bidang P2P Dinkes Kabupaten Probolinggo. Ia mengatakan, angka kasus tersebut juga sebanding dengan turunnya tingkat kematian yang diakibatkan demam berdarah. "Angka kematian tahun 2019 itu sebanyak 5 orang, kemudian di tahun 2020 hanya ada 1 orang," jelasnya pada tadatodays.com, Senin (4/1/2021).

Baca Juga : Geliat Ekonomi Kota Kraksaan di Tengah Pandemi Covid-19 dengan MakBlonjo

Dewi menjelaskan, kasus DBD tertinggi pada 2019 lalu terjadi pada Januari yaitu 89 kasus. Sementara terendah terjadi di bulan Agustus yakni hanya 5 kasus.

Baca Juga : Geliat Ekonomi Kraksaan di Tengah Pandemi Covid-19 dengan MakBlonjo

Sementara pada tahun 2020, kasus DBD tertinggi terjadi di pada bulan Januari sebanyak 56 kasus, dan terendah pada Agustus dan Oktober masing-masing 2 kasus. "Untuk kematian di tahun 2019 itu terjadi pada bulan Januari dan Februari. Sedangkan kematian pada tahun 2020 terjadi pada bulan April," ucapnya.

Sementara itu, kasus Malaria juga mengalami penurunan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Dimana, pada tahun 2019 sebanyak 10 kasus dan pada tahun 2020 hanya ada 1 kasus. "Saya harap di tahun 2021 ini tidak ada lonjakan kasus, baik DBD ataupun malaria," tutup dokter yang juga sebagai juru bicara Satgas covid-19 ini. (zr/don)