Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-22 14:18:38

Kejar Target Vaksinasi, Puskesmas Paiton Gandeng Tokoh Konseling

LANSIA: Para lansia di wilayah kerja Puskesmas Paiton menjadi sasaran vaksinasi oleh petugas Puskesmas Paiton. Untuk menekan ketakutan lansia terhadap vaksin covid-19, Puskesmas Paiton menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama sebagai konseling.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Puskesmas Paiton, Kabupaten Probolinggo gencar melakukan vaksinasi covid-19. Di wilayah Puskesmas Paiton, vaksinasi sudah mencapai 63 persen dari 39.619 sasaran vaksin. Sedangkan untuk vaksinasi lansia sudah mencapai 40,3 persen dari 4.263 sasaran vaksin.

Diketahui, target vaksin untuk umum di Kabupaten Probolinggo harus mencapai 70 persen, sehingga masih kurang sekitar 7 persen lagi. Sedangkan untuk vaksinasi lansia sudah melebihi target. Dimana dari 40 persen, Puskesmas Paiton sudah mencapai 40,3 persen.

Baca Juga : Puskesmas Besuk Buka Pos Vaksinasi pada Malam Hari

Kepala Puskesmas Paiton, dr. Nina Kartika menyampaikan, berbagai cara sudah dilakukan agar vaksinasi mencapai target. Mulai dari menggandeng beberapa elemen, seperti pihak kecamatan, TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para kader posyandu.

Baca Juga : Puskesmas Besuk Buka Pos Vaksinasi Malam Hari

Secara bersama-sama Puskesmas Paiton dan beberapa pihak tersebut menggelar vaksinasi. Mulai vaksin yang digelar langsung di puskesmas, kemudian digelar di kantor desa masing-masing. Ada juga vaksinasi yang bertempat di rumah warga yang bersedia ditempati. "Target 70 persen di akhir November," terangnya, Jumat (19/11/2021).

Nina menjelaskan, yang menjadi kendala vaksinasi saat ini adalah vaksin yang sudah masuk pada kelompok-kelompok warga yang memang sejak awal tidak mau divaksin. Alasan tidak mau itupun beragam. Mulai dari takut sakit, bahkan takut meninggal dunia setelah divaksin.

SINERGI: Aparat TNI dan Polri di Kecamatan Paiton juga terlibat di setiap kegiatan vaksinasi yang dilakukan oleh Puskesmas Paiton.

“Ketakutan mereka itu, dikarenakan banyaknya berita hoaks. Selain itu, ada pula masyarakat yang sengaja tidak mau divaksin karena orang-orang di sekitarnya tidak ada yang divaksin. Sehingga timbul persepsi bahwa dirinya tidak perlu divaksin. Padahal vaksin aman," katanya.

Saat ini Puskesmas Paiton masih mencari tokoh kunci yang dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat yang tidak mau divaksin. Dengan harapan, tokoh konseling itu dapat memberikan penjelasan kepada masyarkat agar mau divaksin.

Namun beruntung, masih ada beberapa masyarakat yang sudah sadar dan masih mau divaksin. Baik mereka yang datang langsung kepada puskesmas, atau pihak puskesmas yang datang langsung ke desa dengan mengerahkan 36 petugas vaksinator setempat.

Dari jumlah vaksinator yang ada di Puskesmas Paiton, mampu melakukan vaksinasi kepada 100 hingga 500 orang. Mereka ada yang datang langsung ke puskesmas atau melakukan vaksin di desa, dengan pelayanan dari Puskesmas Paiton. "Kalau ada yang butuh vaksin, kami siap," ujarnya.

Ia berharap masyarakat tidak lagi takut untuk melakukan vaksinasi. Karena pada dasarnya progam vaksin yang dilakukan pemerintah itu semata untuk kesehatan masyarakat, dan juga untuk memberantas pandemi covid-19. Sehingga aktifitas dan ekonomi kembali normal seperti sedia kala. (zr/don)