Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-16 22:06:59

Kekasihnya Jalan dengan Pria Lain, Nekat Panjat Tower

NEKAT: Alan benar-benar dibuat gelap mata setelah melihat kekasihnya, Sinta, berjalan dengan pria lain. Dengan beraninya ia memanjat tower seluler setinggi 80 meter, dan bermaksud untuk bunuh diri

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Cinta memang bisa membuat orang menjadi bertindak tidak wajar. Bahkan jika cintanya diputus, tindakan nekat yang membahayakan nyawa pun dilakukan.

Seperti yang dilakukan Alan Maulana, 20, pemuda asal Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Ia nekat memanjat tower operator seluler setinggi 80 meter di Jl. Gunung Jati, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, dan mencoba bunuh diri. Pemicunya, lantaran ia merasa hubungan asmaranya diputus oleh pacarnya bernama Sinta, warga 20 Desa Legundi, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolingo.

Baca Juga : Ditemukan Tewas Gantung Diri, Geger Bikin Geger

Diketahui, Alan dan Shinta berkenalan melalui media sosial facebook dan menjalin hubungan sebagai kekasih sejak dua hari lalu.

Baca Juga : Kekasihnya Jalan dengan Pria Lain, Nekat Memanjat Tower

Nah, saat hubungannya baru seumur jagung, Alan tiba-tiba mengaku melihat pujaan hatinya itu keluar dengan pria lain saat ia datang ke kontrakan Sinta di Jl. Flamboyan, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Kamis (16/12/2021) siang. Api cemburu menyelimuti hati Alan.

LEMAS: Tubuh Alan akhirnya tak berdaya setelah diturunkan dari atas tower. Tubuhnya lemas karena dehidrasi, dan tak lagi sekuat saat ia memanjat tower tersebut.

Karena merasa dikhianati, pemuda 20 tahun itu memutuskan untuk bunuh diri dengan memanjat tower. Beruntung, warga di sekitar tower yang mengetahuinya bergegas menghubungi petugas kepolisian. Kabar itu kemudian diteruskan ke petugas Pemadam Kebakaran pada Dinas Satpol PP, serta BPBD setempat.

Petugas gabungan pun tiba di lokasi yang sudah dipenuhi warga, dan mengatur strategi agar Alan mengurungkan niatnya dan turun dari tower. Nah, setelah mengumpulkan informasi, petugas akhirnya mengetahui bahwa Alan nekat akan bunuh diri karena merasa cintanya diputus oleh Sinta.

Sebagian petugas selanjutnya menjemput Sinta di kontrakannya untuk dipertemukan dengan Alan. Saat tiba di lokasi, perempuan berambut panjang itu melihat langsung kekasihnya berada di ketinggian 80 meter.

DUA PENYELAMAT: Ada dua sosok perempuan yang mampu melunturkan tekad Alan yang ingin bunuh diri dari atas tower. Pertama adalah ibunya, Satik (kiri), yang menangis saat melihat anaknya hendak bunuh diri. Kedua adalah Sinta (kanan), kekasihnya, yang mengucapkan I love you dengan maksud bahwa ia tidak memutuskan hubungannya dengan Alan.

Ibu dan Sinta Lunturkan Tekad Alan

LANGKAH nekat yang dilakukan Alan untuk bunuh diri dari atas tower, akhirnya ternti dengan kedatangan Sinta. Tak hanya Sinta. Ibu dan bibi Alan, yaitu Satik dan Sutik juga berada di bawah tower. Secara bergiliran, orang dekat Alan itu membujuknya melalui megaphone agar segera turun. "I love you," teriak Sinta kepada Alan.

Kemudian, giliran sang ibu yang berbicara melalui meghaphone. Seketika, Alan bersedia turun namun dengan dua syarat. Pertama, warga diminta untuk tidak berada di lokasi karena ia merasa malu. Kedua, ia meminta kepada ibunya untuk tidak menangis. “Iya aku mau turun, asal ibu tidak nangis lagi," ujar Alan dari atas tower.

Upaya itupun membuahkan hasil. Alan akhirnya turun dengan dibantu oleh seorang warga bernama Iwan, yang juga memanjat tower. "Evakuasinya sulit, karena bobotnya besar," kata Iwan.

Setelah berada di bawah, Alan selanjutnya dibawa ke RSUD Mohamad Saleh untuk diperiksa kesehatannya. Sebab kondisi pemuda tersebut lemas karena dehidrasi, saat berada di atas tower selama sekitar 1,5 jam.

Sutik, 50, bibi Alan mengatakan, keponakannya itu sebelumnya pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai sepeda motor. Tak lama kemudian, Alan kembali pulang dan menceritakan bahwa ia diputus oleh Sinta. “Juga melihat Sinta jalan dengan pria lain,” ujar Sutik.

 Mendengar cerita anaknya, sang ibu pun memberi saran. “Cari perempuan lain saja,” ujar Sutik, menirukan saran ibu Alan.

Tak hanya itu, Alan juga mengaku bahwa Sinta meminta uang kepada dirinya sebesar 3 juta rupiah. Karena tak punya uang sebesar itu, Alan hanya mampu memberi 750 ribu rupiah. “Hasil jual burung,” tutur Sutik.

Nah, uang itu kemudian diantar oleh Alan ke kontrakan Sinta. Saat itulah, Alan mengaku melihat kekasihnya itu jalan dengan pria lain.

Sementara itu, tadatodays.com mendapat keterangan berbeda dari Sinta. Ia membantah tuduhan jika ia keluar dengan pria lain. “Saya keluar dengan teman perempuan menuju salon,” ujar Sinta yang saat itu memakai jaket jins itu.

Sinta melanjutkan, karena tak bertemu dengannya, Alan kemudian mengirimkan pesan singkat yang menyatakan bahwa ia akan mengakhiri hidupnya di rel kereta api. Tetapi, pesan itu tak sampai dibaca olehnya. "Saya tertidur di salon," ucapnya.

Sinta juga memastikan bahwa hubungannya dengan Alan baik-baik saja. Bahkan, Sinta mengklaim menyetujui ajakan Alan untuk menikah. "Tapi saya bilang untuk menikah setelah tahun baru 2021," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Wadi Sa'bani menuturkan bahwa pihaknya mendapatkan laporan dari warga jika ada korban yang hendak bunuh diri sekira pukul 12.30 WIB. “Beruntung, korban tidak jadi bunuh diri,” kata kapolres. (ang/don)