Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-07-24 11:15:12

Kekerasan pada Anak Meningkat, Bupati Ipuk: Tingkatkan Pengawasan

PRIHATIN: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani prihatin dengan meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak-anak di daerahnya.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Kasus kekerasan terhadap anak di Banyuwangi belakangan ini meningkat. Menyikapi fakta tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandini meminta seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta meningkatkan pengawasan terhadap anak.

Kasus pertama yang menyita perhatian publik Banyuwangi terjadi pada pertengahan Juni lalu. Seorang pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Kabat, yaitu  FZ, 57, tega mencabuli 6 santrinya sendiri di lingkungan pesantrennya sejak 2021.

Baca Juga : Terbakar Cemburu, Pria Kencong Hajar Mantan Istrinya

Tak berselang lama, kasus baru muncul. Seorang oknum guru, yaitu WTN, 30, melakukan perbuatan tak senonoh terhadap muridnya sendiri, AF, sejak masih duduk di bangku SD pada 2020. WTN yang seharusnya memberikan wawasan edukasi yang baik, justru memberikan trauma.

Baca Juga : Bupati: Banyuwangi Tidak Butuh Raperda Janda

"Tentunya hal ini menjadi perhatian kita. Apalagi pelakunya bukan orang yang tidak tahu pendidikan.  Justru mereka tahu betul tentang pendidikan," ujar Bupati Ipuk Fiestiandani, Sabtu (23/7/2022).

Ipuk menambahkan, pihaknya berusaha mengatisipasi hal tersebut agar tidak terulang kembali. Terutama dengan memperkuat sistem dan regulasi yang ada, serta meminta elemen masyarakat agar meningkatkan pengawasannya terhadap anak.

"Pemerintah sudah membuat regulasinya. Mari masyarakat terlibat. Minimal harus mengawasi anak, terutama para orang tua dan keluarga, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, semuanya punya peran penting dalam hal ini," ungkapnya. Menurut Bupati Ipuk, hal itu dilakukan guna mewujudkan Banyuwangi sebagai Kabupaten Layak Anak.

Hal itu menurut Bupati Ipuk, perlu dukungan masyarakat. "Jadi perlu adanya komunikasi yang berkelanjutan dengan anak. Duduk bareng, agar kejadian itu tidak terulang lagi," tandasnya. (rl/why)