Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-28 20:40:11

Kelas Pohon ala Teras Tanah Desa Tigasan Wetan

EDUKASI: Kelas Pohon yang digagas komunitas Teras Tanah tidak hanya memberikan edukasi kepada anak-anak di Desa Tigasan Wetan. Kelas khusus tersebut juga mengenalkan potensi wisata Bukit Dami di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sebagai salah satu komunitas yang bergerak di bidang literasi dan alam, Teras Tanah rutin mengadakan kelas pohon setiap Sabtu pagi. Teras Tanah mengkhususkan kelas pohon untuk anak-anak sekitar Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pendiri Teras Tanah sekaligus Koordinator Tata Kelola Bukit Dami, Wahyudi Bahtiar, mengatakan bahwa tujuan dari kelas pohon ini adalah untuk mengenalkan pada anak akan pentingnya melestarikan alam melalui pohon.

Baca Juga : Amir, Penebar Literasi Anak Desa Terpencil

Saat ditemui pada Sabtu (26/3/2022) di Bukit Dami, pria yang karib disapa Kak Yudi sedang bercerita pada anak-anak sekolah dari SDN Tigasan Wetan 4. Ia menceritakan sejarah dibalik pohon, dan pesan-pesan dari cerita yang ia sampaikan. Anak-anak yang mendengarkan, duduk di bawah pohon sembari menimpali cerita Kak Yudi.

Baca Juga : Perpustakaan Keliling Hadir di J-HUR, Masyarakat Bisa Daftar Anggota Perpusda

Yudi juga menuturkan selain mengadakan sesi pohon bercerita, di kelas pohon, ia juga mengajak anak-anak bermain permainan jadul dan membaca buku. Ia mengaku senang mendirikan Teras Tanah sejak tahun 2019.

Awalnya, Yudi hanya berniat untuk mengubah citra Desa Tigasan Wetan. Desa ini terkenal tempat kelahiran maling atau pelaku tindak kriminal lainnya. Ia kemudian mengajak pemuda desa untuk mengambil peran, melestarikan alam dan menyadarkan pentingnya literasi pada masyarakat.

Tak disangka, kini anggota Teras Tanah berjumlah 25 pemuda asal desa setempat. “Desa ini terkenal pelosok, bajingan atau orang tindak kriminal itu asalnya dari Desa Tigasan. Sulit air juga, ingin mengubah citra desa yang sekaligus arahnya memberikan kegiatan positif untuk pemuda Tigasan Wetan,” kata Yudi.

Yudi berujar, dulunya Bukit Dami adalah tempat pencarian rumput bagi masyarakat desa. Kini Bukit Dami menjadi pusat penghijauan dan pengenalan potensi alam ala Teras Rumah.

Selain kelas pohon, Teras Tanah juga mengadakan Paket Namen, Rutinan Tujuh Belasan, Infus Pohon di Musim Kemarau, Adopsi Pohon dan Paket Semalam di Bukit Dami.

Harapannya agar pemuda Desa Tigasan Wetan memiliki kesempatan, terutama untuk mengambil peran dengan mengetahui celah yang ada. Minimal tentang penyadaran pentingnya pendidikan sehingga kualitas desa bisa terus maju. “Kesempatan untuk para pemuda, mengambil peran di desa dengan mengetahui celah dan mengambil posisi,” timpalnya.

Muhammad Sahroni Sanjaya, salah satu anggota Teras Tanah juga menyampaikan pentingnya kegiatan literasi seperti kelas pohon. Menurutnya, kegiatan Teras Tanah bisa meng-cover anak-anak agar bermain dan belajar bersama. Sebab, saat ini, anak-anak lebih suka bermain gadget di rumah. (alv/don)