Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-22 20:23:56

Keluarga Jenazah Pasien Covid-19 yang Videonya Viral, Enggan Dites Swab Usai Buka Paksa Kain Kafan

JUBIR: Dokter Dewi Veronica, juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADARODAYS.COM - Sampai saat ini Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo masih mengupayakan tes swab untuk keluarga jenazah pasien covid-19 yang videonya viral. Yaitu pasien inisial M, asal Desa Alastengah Paiton, kabupaten setempat yang kain kafannya dibuka secara paksa.

Saat itu video berdurasi 12 detik berisi adegan serang lelaki membuka paksa mayat covid-19 untuk dimandikan ulang mnejadi viral. Karena disertai nara bahwa mata mayat dicongkel yang kemudian dinyatakan hoax.

Baca Juga : Meski Status Oranye, Pemkot Pasuruan Galakkan Lagi Operasi Masker

Total sebanyak 15 orang berstatus kontak erat dengan pasien M. Mereka merupakan hasil tracking Satgas, yang terdiri dari keluarga terdekat yang tinggal satu rumah, dan keluarga yang tinggal di Desa Maron dan Desa Kalikajar. Serta para tetangga yang saat itu membantu membuka peti, membuka kain kafan, membopong, memandikan dan menguburkan jenazah.

Baca Juga : Pemakai Masker Berkurang, Satgas Bakal Gelar Operasi Yustisi Kembali

Dokter Dewi Veronica, juru bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo mengatakan tes swab gagal. Pasalnya, usai ditracking semua orang yang terdaftar, malah meninggalkan rumah dan tidak diketahui keberadaannya.

"Tidak jadi di-swab mas. Karena 15 orang tersebut semuanya tidak ada di rumahnya. Mereka menghilang. Rumah dikunci sampai beberapa kali didatangi oleh petugas Puskesmas Paiton tapi tidak ada," tuturnya pada Tadatodays.com. Minggu (22/11/2020).

Meski begitu, pihaknya tetap berupaya untuk melakukan tes swab kepada ke 15 orang itu. Informasi demi informasi masih dikumpulkan untuk mengetahui keberadaan mereka. Jima kemudian mereka sudah kembali ke rumah, maka pihaknya akan melakukan pendekatan secara persuasif melalui para tokoh masyarakat setempat.

"Akan tetap diupayakan untuk di lakukan tes mas. Semoga saja ada kesadaran dari mereka semua," tandasnya. (zr/hvn)