Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-07 17:27:54

Keluarga Sesalkan Video Viral, Tegaskan Tak Ada Organ yang Hilang

VIDEO VIRAL: Ainur Huda (depan, bersongkok hitam), keluarga pasien yang diisukan dicongkel matanya saat bersama AKP Rizky Santoso saat konferensi pers di Polres Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Viralnya video hoax, jenazah pasien covid-19 di Kecamatan Paiton yang dikabarkan matanya hilang karena dicongkel, sangat disesalkan pihak keluarga. Ainur Huda, salah satu keluarga almarhumah menyampaikan bahwasanya video tersebut sangat melukai perasaan keluarga.

Ia mengakui, peti jenazah dibuka untuk memperlihatkan jenazah itu dilakukan atas permintaan pihak keluarga. Ia sendiri menyaksikan secara langsung dan menegaskan bahwa tidak ada yang hilang satupun dari organ tubuh jenazah. Bahkan tidak ada luka sayatan sedikit pun.

Baca Juga : Peserta BPJS Ketenagakerjaan Terima Bantuan Subsidi Upah

"Saya mewakili keluarga, perasaannya keluarga semuanya sakit hati mas dengan adanya video ini. Karena waktu di kejadian itu ada saya sendiri, melihat dengan mata kepala saya sendiri. Mata, semua organ tubuh tidak ada yang hilang, apalagi mata yang dicongkel, semuanya lengkap mas," tegasnya Sabtu (7/11/2020).

Baca Juga : Nilai Keamanan dan Efektivitas Vaksin Covid-19

Ia juga menyaksikan bahwa darah yang keluar di wajah seperti yang terlihat di video yang tersebuar itu berasal dari hidung. Karena di wajah memang ada kapas penutupnya maka menempel di kapas tersebut seakan wajah berlumuran darah. Pihak keluarga juga tidak menolak saat dilakukan pemakaman secara protokol kesehatan. Hanya saja peti itu dibuka atas permintaan salah satu keluarga yang ingin melihat wajah almarhumah untuk terakhir kalinya.

"Darah itu keluarnya di hidung, almarhum ini memang mempunyai penyakit stroke dan darah tinggi serta sempat dirawat selama tiga hari di rumah sakit. Itu dibuka memang karena keluarga ini ingin melihat saja. Karena lihat darah maka histeris, sehingga rame," tuturnya pada tadatodays.com.

Hal senada juga dilontarkan oleh Hajer, Sekdes desa setempat. ia menegaskan bahwa apa yang disebar di media sosial Facebook itu hoax.

"Tidak betul sama sekali. Karena saat dimandikan lagi, semua organ tubuh itu lengkap tidak ada yang kurang satupun. Saya sangat menyesali atas kejadian yang sangat meresahkan ini, padahal itu tidak benar," jelasnya.

Duketahui sebelumnya, jagat maya dihebohkan dengan unggahan video berdurasi 12 detik yang memperlihatkan jenazah pasien covid-19 berinial M, 49, warga Desa Alastengah, Kecamatan Paiton. Wajah pasien tersebut memang berdarah. Namun ketika diunggah di media sosial, pengunggah pertama menyertakan narasi bahwa mata almarhumah hilang dicongkel. (zr/hvn)