Kemenhaj Catat Calon Jemaah Haji Tertua di Kota Pasuruan Umur 94 Tahun

Amal Taufik
Sunday, 08 Feb 2026 18:10 WIB

HAJI: Suasana ibadah haji.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Proses persiapan haji di Kota Pasuruan memasuki tahap akhir. Dari ratusan calon jemaah yang masuk kuota tahun ini, satu nama mencuri perhatian: seorang perempuan berusia 94 tahun yang dipastikan berangkat menunaikan ibadah haji.
Berdasarkan data Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Pasuruan, total 270 calon jemaah haji telah menyelesaikan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) hingga tahap kedua. Di antara jumlah tersebut, tercatat jemaah tertua atas nama Siti Robinah, warga Kelurahan Krapyakrejo, Kecamatan Gadingrejo.
Kepala Kemenhaj Kota Pasuruan, Ahmad Marzuqi, menyebut usia lanjut tidak menjadi penghalang selama calon jemaah memenuhi persyaratan kesehatan yang ditetapkan pemerintah. “Usia memang menjadi perhatian, tapi yang utama adalah kelayakan kesehatan. Jemaah lansia tetap bisa berangkat sepanjang dinyatakan istitha’ah,” kata Marzuqi, Minggu (09/02/2026).
Ia menjelaskan, dari total 270 jemaah yang melunasi Bipih, terdiri dari 199 jemaah tahap pertama dan 71 jemaah tahap kedua. Selain itu, terdapat 32 jemaah penggabungan mahram yang disetujui, serta 33 jemaah cadangan yang juga telah menyelesaikan pelunasan.
Meski demikian, tidak semua calon jemaah yang masuk kuota dapat melanjutkan ke tahap pelunasan. Sejumlah jemaah terpaksa menunda keberangkatan karena berbagai alasan. “Ada yang terkendala kesehatan, ada yang belum siap secara ekonomi, dan ada juga yang memilih menunggu agar bisa berangkat bersama mahramnya,” jelas Marzuqi.

Kehadiran jemaah berusia 94 tahun dalam daftar keberangkatan tahun ini menjadi gambaran kuat panjangnya antrean haji sekaligus tekad warga untuk menunaikan rukun Islam kelima. Menurut Marzuqi, jemaah lansia akan mendapatkan perlakuan khusus selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Kami siapkan skema layanan khusus bagi jemaah rentan dan lansia, termasuk skema murur, yakni jemaah hanya melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus saat puncak haji,” terangnya.
Selain layanan khusus, pemerintah juga memperketat tahapan keberangkatan haji pada tahun ini. Salah satu kebijakan yang ditekankan adalah pemeriksaan kesehatan sebagai syarat utama sebelum pelunasan Bipih dilakukan. “Sekarang pemeriksaan istitha’ah dilakukan di awal, bukan setelah pelunasan. Ini untuk memastikan jemaah benar-benar siap secara fisik,” ujarnya.
Kebijakan tersebut, lanjut Marzuqi, diterapkan sebagai langkah antisipasi tingginya risiko kesehatan jemaah, terutama lansia, mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi yang diperkirakan tetap ekstrem. “Keselamatan jemaah menjadi prioritas. Cuaca panas di Tanah Suci tidak bisa dianggap ringan, apalagi bagi jemaah usia lanjut,” katanya. (pik/why)


Share to
 (lp).jpg)