Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-08-06 22:26:08

Kendaraan Besar Lintasi Jalan Desa Karena Penyekatan, Warga Gununggangsir Tutup Jalan

PROTES: Warga Desa Gununggangsir menutup jalan desa setempat yang dijadikan jalur alternatif,. Penutupan itu dilakukan karena jalan alternatif itu juga dilewati kendaraan roda 4 atau lebih.

PASURUAN TADATODAYS.COM - Sejumlah warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, menutup jalan desa setempat, Jumat (6/8/2021) siang. Penutupan itu sebagai bentuk protes penyekatan jalan akibat kebijakan PPKM. Sehingga jalan alternatif Gempol-Beji kerap macet panjang karena kendaraan besar yang melintas.

Kemacetan itu terjadi lantaran kendaraan roda 4 atau lebih dari Bundaran Gempol menuju Pasuruan, disekat. Sehingga, kendaraan tersebut melintasi jalur alternatif Gempol-Beji melalui Desa Gununggangsir.

Eko Prasetyo, koordinator aksi mengatakan, kendaraan besar yang melintas di jalur alternatif menimbulkan kemacetan di simpang 4 Gununggangsir. Karenanya, warga menutup akses jalan dengan meletakkan bangku dan bambu sebagai bentuk protes. "Biar sama-sama merasakan imbasnya penyekatan," kata Prasetyo yang juga Ketua RT setempat.

Menurutnya, penyekatan itu tidak hanya berdampak kemacetan, tapi juga mengakibatkan seorang pengendara motor hampir kecelakaan. Untuk itu, warga menuntut agar jalur Bundaran Gempol dibuka.

Nah, tak lama setelah aksi itu digelar, kendaraan roda 4 atau lebih tidak lagi melewati jalan desa tersebut. Hal itu setelah kepolisian dari Polsek Beji menggelar mediasi dengan warga. “Kalau masih lewat sini, akan kami tutup lagi," ujarnya.

Kapolsek Beji Kompol Akhmad mengakui, kemacetan di simpang 4 Gununggangsir akibat kendaraan truk yang melintas di jalur alternatif tersebut. Karenanya, polisi membuka akses Jalan Talun Gununggangsir dan jalan di Sirkel Gempol. “Yang pasti unjuk rasa selesai dengan tertib dan kondusif," kata Akhmad. (ang/don)