Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-07 19:22:39

Kerap Dijadikan Tempat Sampah, DLH Pasang Pembatas

SAMPAH: Pembatas berwarna kuning telah dipasang oleh DLH Kabupaten Probolinggo. Itu agar lokasi tersebut tidak lagi dijadikan tempat untuk membuang sampah.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo memasang pembatas larangan masuk di lokasi di pasar lama Paiton, Jalan Raya Paiton-Situbondo, Kecamatan Paiton. Pemasangan batas bertuliskan caution do not enter, itu agar warga tidak lagi membuang sampah di lokasi tersebut.

Diketahui sebelumnya, banyak warga yang membuang sampah di lokasi tersebut. Hingga membuat sampah berserakan dan menimbulkan bau tidak sedap. Padahal, lokasi itu merupakan pintu masuk menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS). Tak ayal, sampah pun meluber ke badan jalan dan tidak sampai masuk ke TPS.

Baca Juga : Belum Semua Kecamatan di Kabupaten Probolinggo Punya TPS

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo, Dwi Joko Nurjayadi membenarkan pemasangan pembatas tersebut. Ia mengatakan, pemasangan batas itu agar masyarakat sadar dan tidak lagi membuang sampah sembarangan. "Pemasangan (batas) setelah semua sampah kita angkut," terangnya, Senin (7/3/2022).

Baca Juga : Mahasiswa Jember Patut Dicontoh, Bersih-bersih Sampah Usai Demonstrasi

Jika memang ingin membuang sampah di TPS tersebut, Dwijoko meminta warga agar membuangnya ke dalam TPS.

Ia juga meminta masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dari sampah. Dengan cara mendaur ulang sampah yang dihasilkan. Atau jika tidak, maka bisa menggunakan layanan angkut sampah berlangganan yang sudah menjadi progam DLH Kabupaten Probolinggo. "Dengan harapan lingkungan bisa bersih," katanya.

Sementara itu, Anisa, warga setempat, mendukung upaya yang dilakukan DLH. Ia mengatakan, sebelum ada pembatas itu banyak warga yang melewati jalan raya dan langsung melempar sampah ke lokasi tersebut. “Tanpa turun terlebih dulu dari kendaraannya,” katanya.

Anisa juga beberapa kali melihat warga yang membuang sampah dalam jumlah banyak, dan diangkut menggunakan becak. "Langsung dibuang begitu saja, tidak masuk ke dalam," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga sekitar mengeluhkan sampah yang berserakan hingga meluber ke badan Jalan Raya Paiton-Situbondo. Tak hanya merusak estetika, sampah itu juga menimbulkan bau menyengat. (zr/don)