Kesaksiaan Keluarga Korban Pembunuhan Nenek di Grati: Pelaku Mau Pinjam Rp 10 Juta

Amal Taufik
Monday, 06 Oct 2025 16:36 WIB

Mustofa, menantu korban.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Ngadiyah (64), seorang nenek warga Desa Gratitunon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, ditemukan tewas di sumur rumahnya, Minggu (5/10/2025) malam. Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhnya, yaitu MA (17), yang tak lain adalah cucunya sendiri.
Mustofa, menantu Ngadiyah menuturkan, sebelum kejadian, sekitar pukul 17.15 WIB menjelang waktu maghrib dirinya bersama istrinya, Ruhaina mampir ke rumah Ngadiyah. Lalu MA dan istrinya menyusul datang.
"Saya tanya kok tumben ke sini. Saya tanya dari mana, dia jawab dari rumah. Ya tidak ada kecurigaan apapun. Lalu maghrib saya ke masjid," kata Mustofa.
Sepulang dari masjid, Mustofa masih sempat melihat MA dan istrinya duduk di teras bersama Ngadiyah. Tidak ada hal-hal yang mencurigakan saat ini. Setelah itu, Mustofa dan Ruhaina pergi kondangan.
Usai kondangan, Mustofa pulang ke rumahnya, sementara Ruhaina pergi lagi menghadiri acara keluarga. Sekitar pukul 21.30 WIB ketika Mustofa tengah ngopi di warung tiba-tiba istrinya datang dan mengabarkan Ngadiyah hilang.
"Istri saya bilang, rumah ibu mertua saya terang. Lampu ditutup tapi tidak dikunci. Sementara ibu mertua tidak ada di rumah," ujarnya.

Mustofa dan Ruhaina pun mencari Ngadiyah ke sekitar rumah tetapi tidak ditemukan, hingga salah satu tetangga memberi tahu bahwa tadi sekitar pukul 19.00 WIB terdengar suara Ngadiyah menangis.
Si tetangga juga bercerita tadi mendengar suara 'grebkkkk' di areal sumur. Mustofa pun menyorot lampu senter ke dalam sumur dan benar saja, ada jasad Ngadiyah di sana.
Mustofa mengaku tidak tahu motif yang melatarbelakangi aksi bengis ini. Namun jika merujuk pada peristiwa sebelumnya, MA pernah meminjam uang Rp 10 juta kepada salah satu anggota keluarga.
"Katanya buat modal, tetapi tidak diberi karena terlalu banyak. Lalu di lokasi, ditemukan bercak darah itu di dalam kamar emak (ibu). Mungkin ada kaitannya dengan uang itu, tapi tidak tahulah, itu wilayah polisi," imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, penemuan jasad Ngadiyah menggegerkan warga Desa Gratitunon, Kecamatan Grati pada Minggu malam. Ngadiyah menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan cucunya sendiri.
Jasadnya ditemukan di dalam sumur sedalam 15 meter. Di areal dapur dan sumur polisi menemukan bercak darah. Polisi bersama tim damkar melakukan evakuasi jasad Ngadiyah dan pada pukul 02.00 WIB berhasil dievakuasi. (pik/why)





Share to
 (lp).jpg)



