Kesehatan Mata Masyarakat Gili Ketapang Diperiksa, Katarak dan Pterigium Banyak Ditemukan

Alvi Warda
Thursday, 26 Oct 2023 10:19 WIB

VISUS: Anak sekolah menjadi sasaran penting untuk diperiksa kesehatan matanya. Yayasan Paramitra menggunakan tehnik visus.
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Setiap 9 Oktober diperingati sebagai Hari Penglihatan Sedunia. Memperingati momen tersebut, Yayasan Paramitra Probolinggo yang juga peduli persoalan kesehatan, melakukan pemeriksaan kesehatan mata masyarakat Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Rabu (25/10/2023). Mereka banyak menemukan kasus katarak dan pterigium.
Katarak merupakan penyakit mata yang membuat penglihatan kabur. Ditandai dengan lensa yang biasanya bening menjadi buram. Sedangkan Pterigium adalah penyakit mata yang disebabkan adanya pertumbuhan selaput jaringan. Biasanya berbentuk merah. Faktor penyebabnya adalah paparan sinar matahari berlebih.
.png)
PEMERIKSAAN: Paramitra banyak menemukan kasus katarak dan pterigium pada masyarakat Pulau Gili Ketapang. Keduanya merupakan penyakit mata, dengan salah satu faktor paparan sinar matahari berlebih.
Rabu itu Yayasan Paramitra berangkat dari Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka menyeberangi laut menuju pulau dengan jumlah penduduk 8 ribu lebih itu. Mereka mengenakan seragam oranye dan membawa alat-alat yang diperlukan seperti snellen chart atau papan angka untuk pemeriksaan ketajaman mata (visus).
Sesampainya di desa yang mayoritas nelayan, mereka berpencar. Tim pertama memeriksa di balai desa, tim lainnya memeriksa dari pintu ke pintu rumah masyarakat dan juga sekolah-sekolah. Yayasan Paramitra menarget 500 pasien, namun mereka mendapatkan 700 lebih pasien.

Kader yang memeriksa dari pintu ke pintu mendapat setidaknya 100 lebih warga yang bersedia diperiksa. Kader memegang snellen chart berjarak sekitar 6 meter dengan pasien. Lalu, pasien menutup sebelah matanya dengan telapak tangan, dan menebak huruf yang ditunjuk kader.
Salah satu kader yang memeriksa adalah Erviana. Ia menemui langsung masyarakat di rumah-rumah. "Kami berikan sosialisasi pentingnya kesehatan mata. Taktiknya, ya sambil bercanda. Setelah itu kita berikan souvenir," ujarnya.
Kedatangan Yayasan Paramitra ini juga menggandeng pihak Puskesmas Sumberasih. Mereka melakukan pemeriksaan seperti kadar gula dan juga sosialisasi HIV-AIDS ke anak-anak sekolah. Dengan adanya Yayasan Paramitra, pihak puskesmas mengaku terbantu.
Comunity Eye Nurse (CEN) pada Puskesmas Sumberasih Muhammad Hafidz menjelaskan, daerah pesisir memang berpotensi membuat mata manusia mengalami katarak atau pterigium. "Tadi yang banyak keluhannya itu mata berair, katarak dan pterigium, karena paparan sinar matahari," katanya.
Direktur Yayasan Paramitra Asiyah Sugianti mengatakan, selain menyosialisasikan soal kesehatan mata, mereka juga menganjurkan penyembuhan bagi penderita katarak. Solusinya adalah operasi mata dengan menggunakan BPJS. "Jangan termakan isu-isu miring. Katarak itu bisa disembuhkan hanya dengan operasi, yang hanya sekian menit," katanya. (alv/why)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)