Ketapang Night Culture 2026 Kota Probolinggo Meriah, Dorong Ekonomi dan Pelestarian Budaya Lokal

Alvi Warda
Sunday, 12 Apr 2026 06:31 WIB

Suguhan tari-tarian dalam gelaran Ketapang Night Culture. (Foto: Diskominfo Kota Probolinggo)
Ketapang Teras Wisata Bromo
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Ketapang Night Culture 2026 Kota Probolinggo digelar meriah, Sabtu (11/4/2026) malam. Event yang dihelat di kawasan Perumahan Kopian Indah, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan ini menyedot ribuan pengunjung di kawasan.
Festival budaya tahunan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pelestarian budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat setempat. Kegiatan ini sudah yang kedua kalinya di selenggarakan oleh Pokmas Bromo Mandiri Kelurahan Ketapang.
Wali Kota Probolinggo dr Aminuddin, dalam sambutannya menyatakan apresiasi tinggi. Ia mengungkapkan, kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta iring-iringan, belum termasuk ribuan penonton.

UMKM: Wali Kota Probolinggo saat mengunjungi UMKM. (Foto: Diskominfo Kota Probolinggo)
“Yang biasanya dari masjid ke Perumahan Kopian Indah hanya dua menit, tadi bisa sampai setengah jam karena begitu padat. Ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, festival ini merupakan agenda monumental yang telah memasuki tahun kedua dan diharapkan terus berlanjut di masa mendatang. “Insya Allah akan ada yang ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya, meskipun nanti kepemimpinan sudah berganti,” tambahnya.
Ia juga menegaskan pentingnya peran Ketapang sebagai jalur strategis menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Bahkan, ia menyebut Ketapang sebagai “terasnya Bromo” karena menjadi pintu masuk utama wisatawan.
Ke depan, Pemerintah Kota Probolinggo berencana mengembangkan Ketapang dan Kecamatan Kademangan sebagai pusat penunjang pariwisata, termasuk penyediaan pusat oleh-oleh dan tempat istirahat bagi wisatawan. “Harapannya, ekonomi masyarakat meningkat dan kesejahteraan ikut terangkat,” jelasnya.

Selain itu, Wali Kota Aminuddin juga menyosialisasikan program “Kota Probolinggo Bersolek” yang menekankan pentingnya kebersihan lingkungan. Ia mengajak masyarakat, khususnya warga Ketapang, untuk menjaga kebersihan sebagai wajah kota bagi wisatawan yang melintas.
Wali Kota Aminuddin juga menyoroti keberadaan komunitas Mamijan, kelompok pelaku usaha kuliner warga yang telah berjalan sekitar enam tahun. Komunitas ini aktif memasarkan produk melalui media sosial seperti WhatsApp.
“Ini luar biasa. Kita lihat tadi banyak stan UMKM yang habis terjual. Artinya, kegiatan ini benar-benar menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa festival ini memberikan ruang bagi generasi muda untuk menampilkan bakat seni seperti tari dan musik, sekaligus melatih keberanian mereka sebagai penerus budaya.
Sementara itu, Lurah Ketapang Gunawarman Tripambudhi menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah melestarikan budaya di tingkat RW. Selain itu, acara ini diharapkan mampu menarik wisatawan, meningkatkan daya beli UMKM, serta mendorong keaktifan masyarakat, khususnya anak-anak.
“Melalui kegiatan ini, kita bisa melihat langsung bagaimana produk UMKM warga laku terjual. Ini menjadi pendapatan bagi masing-masing RW,” ujarnya.
Lurah Ketapang menambahkan bahwa persiapan acara dilakukan selama kurang lebih tiga minggu, dengan latihan intensif sekitar satu minggu dan pematangan selama dua minggu. "Meski sempat khawatir akan hujan, acara berlangsung lancar tanpa kendala berarti," ucapnya.
Sedangkan Ketua RW 04 Perumahan Kopian Sutoyo mengatakan, festival ini bertujuan memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM dan menjaga eksistensi budaya tradisional.
Menurut Ketua Pokmas Bromo Mandiri sekaligus ketua penyelenggara Ketapang Night Culture Festival Season 2, Drs Bambang Supriyadi, antusiasme masyarakat luar biasa, pengunjung mencapai ribuan orang.
”Meskipun waktu persiapan cukup singkat, hasilnya sangat memuaskan. Dengan suksesnya penyelenggaraan Ketapang Night Culture 2026, diharapkan festival ini dapat terus digelar secara rutin sebagai upaya memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo," tutur Bambang Supriyadi. (*/alv/why)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)