Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-02-24 23:35:34

Ketersediaan Tiga Jenis Pupuk Menipis

Ilustrasi

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Selama Januari 2022, permintaan tiga jenis pupuk di Kabupaten Probolinggo, yakni pupuk urea, ZA dan NPK cukup tinggi. Menurut Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, tingginya permintaan itu membuat stok menipis.

Diketahui, untuk pupuk urea alokasi tahun ini sebanyak 33.890 ton, dan telah terealisasi 3.929,72 ton atau 11,60 persen. Lalu, pupuk ZA dengan alokasi sebanyak 19.515 ton, dan telah terealisasi 742,65 ton atau 3,81 persen. Serta, jenis pupuk NPK dengan alokasi sebanyak 21.703 ton, dan telah terealisasi 1.296,48 ton atau 5,97 persen.

Baca Juga : Petani Banyuwangi Digelontor 197 Ton Benih Padi untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Kabid Sarana dan Prasarana (DKPP) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprayitno melalui stafnya Suparlan, mengatakan banyak petani yang berkeinginan mendapatkan hasil panen yang baik. Mulai dari kualitas hingga kuantitas panen yang dihasilkan.

Baca Juga : Kesulitan Mendapatkan Pupuk Subsidi, Puluhan Petani Unras di Kantor Desa Harjomulyo

Karena itu, banyak petani yang menggunakan tiga jenis pupuk tersebut. Tetapi ia mengingatkan, takaran pupuk harus pas agar dapat menggenjot hasil panen. "Jika tidak, justru akan merusak tanaman," terangnya, Selasa (22/2/2022).

Suparlan menjelaskan, tingginya penggunaan pupuk tersebut membuat stok mulai menipis. Dengan itu, DKPP Kabupaten Probolinggo berkoordinasi dengan Provinsi Jawa Timur untuk melakukan realokasi pupuk. Khususnya penambahan 3 jenis pupuk tersebut. "Hal ini mengantisipasi stok habis sebelum tutup tahun," ucapnya. (zr/don)