Kiat SMP Negeri 5 Jalani Pembelajaran secara Daring: Guru Lebih Detail Sampaikan Materi, Semester Ganjil 2020 Pakai Google Class Room

Muhammad Muslih
Muhammad Muslih

Tuesday, 23 Jun 2020 16:18 WIB

Kiat SMP Negeri 5 Jalani Pembelajaran secara Daring: Guru Lebih Detail Sampaikan Materi, Semester Ganjil 2020 Pakai Google Class Room

CANGGIH: Siswa menggunakan aplikasi WhatshApp yang dimanfaatkan sebagai perangkat untuk media pembelajaran.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pembelajaran menggunakan aplikasi dalam jaringan (daring) kini dilakukan sejumlah sekolah. Salah satunya SMP Negeri 5. Hal itu dilakukan untuk memfasilitasi kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi covid-19.

Saat wartawan tadatodays.com berkunjung ke SMPN 5 Kota Probolinggo, tampak sejumlah guru sibuk dengan aktivitas masing-masing. Termasuk melayani wali murid. Meski, tidak ada jam pelajaran di sekolah, guru tetap beraktvitas seperti biasa. Termasuk membuat inovasi pembelajaran melalui daring.

Kepala SMPN 5 Kota Probolinggo Subaidah menyambut wartawan tadatodays.com dengan ramah. Kasek yang sebelumnya guru matematika ini mulai bercerita tentang kegiatan siswa sejak pandemi Covid-19. “Sejak pandemi, ya begini kondisi sekolah, siswa belajar dari rumah,” katanya mengawali pembicaraan.

Semua siswa belajar menggunakan aplikasi WhatshApp lewat kelas masing-masing. Mudahnya aplikasi ini menjadi salah satu pilihan selama siswa menjalani pembelajaran daring. “Selama memakai WhatsApp, keuntungan tentu mudah dalam belajar, dan aplikasi ini semua anak bisa,” ujarnya.

DARING: Suasana siswa SMPN 5 Kota Probolinggo saat belajar di rumah menggunakan handphone laptop dan masing-masing.

Meski begitu, kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan daring bukannya tanpa kendala. Kelemahan aplikasi WhatshApp soal absensi siswa. Kadangkala absensi mengganggu bahan diskusi yang sedang berlangsung. “Absensi sering muncul, jadi ini yang membuat pelajaran terganggu,” kata mantan Kepala SMPN 9 Kota Probolinggo ini.

Selain itu, disiplin siswa menjadi salah satu kelemahan belajar online. “Kadang siswa sering telat, ketiduran yang paling sering. Maklum, karena tidak bertatap muka secara langsung,” ceritanya.

Belum lagi ada 3 siswa yang tidak punya handphone karena tidak mampu. Rencananya, sekolah akan memfasilitasi dengan cara meminjamkan tablet milik sekolah, agar bisa mengikuti pelajaran.

Walaupun seperti itu, belajar online juga meyenangkan. Salah satunya ketika siswa belajar pakai video. Misalnya kompetensi dasar (KD) agama tentang salat. “Jadi siswa salat di video, bagaimana praktinya mereka gantian kirim lewat video,” terangnya.

Dengan kebiasaan-kebiasaan itu, siswa tidak gaptek teknologi. Termasuk guru. “Mereka sering bikin tutorial online, video pembelajaran kreatif,” jelasnya. Berbeda dengan pembelajaran tatap muka, daring membuat guru harus detail menyampaikan materi pelajaran.

DARI RUMAH: Aplikasi yang digunakan untuk belajar daring siswa SMPN 5 Kota Probolinggo.

“Kalau tatap muka kan bisa tanya jawab. Kalau tidak mengerti guru langsung menyampaikan,” tegasnya. Untuk mengatasi itu, dirinya sering melakukan supervisi pada guru sebagai salah satu tanggung jawab kepala sekolah. “Alhamdulillah, guru merespons dengan baik karena mereka mengusai bidang masing-masing,” ungkapnya.

Semester ganjil nanti, tepatnya mulai tinggal 13 Juli pihaknya tak lagi menggunakan aplikasi WhatsApp, melainkan google class room. Saat ini sekolah tengah menyiapkan perangkatnya. Guru-guru juga sudah dilatih menggunakan aplikasi tersebut.

SMP 5 menggunakan aplikasi ini karena jauh lebih baik dari WhatshApp. Salah satunya fitur google form-nya. “Jadi lebih termanajemen, karena ada form masing-masing. Tidak sama dengan WhatshApp yang ngumpul jadi satu,” pungkasnya. (mm/sp)


Share to