Kinerja APBD Kota Pasuruan 2025: Realisasi Belanja Modal 69 Persen, Minim Pembangunan?

Amal Taufik
Sunday, 29 Mar 2026 18:07 WIB

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 Pemkot Pasuruan mencatat realisasi belanja modal masih belum optimal. Dari target yang ditetapkan, serapannya mencapai sekitar 69 persen.
Dalam laporan tersebut, belanja modal terealisasi sebesar Rp 67,7 miliar dari target Rp 97,8 miliar atau setara 69,18 persen. Angka ini menjadi yang paling rendah dibandingkan komponen belanja lainnya.
Sebagai perbandingan, total belanja daerah secara keseluruhan tercatat terealisasi sebesar Rp 899,2 miliar atau 89,46 persen dari target anggaran. Sementara itu, belanja operasi menunjukkan serapan yang lebih tinggi dibandingkan belanja modal.
Di sisi lain, kinerja pendapatan daerah justru menunjukkan capaian positif. Realisasi pendapatan daerah mencapai sekitar Rp 927,5 miliar atau 98,87 persen. Sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bahkan melampaui target dengan capaian 101,99 persen.


Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyampaikan bahwa pelaksanaan anggaran tetap memerlukan evaluasi agar lebih efektif dan sesuai dengan perencanaan. “Pengelolaan anggaran harus memastikan setiap program berjalan sesuai rencana dan memberikan hasil yang optimal,” ujarnya saat menyampaikan nota pengantar LKPJ 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kota Pasuruan, Minggu (29/3/2026).
Belanja modal dalam APBD adalah pengeluaran anggaran pemerintah daerah untuk perolehan aset tetap berwujud (tanah, gedung, mesin, jalan) yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
Ini adalah bagian dari belanja langsung yang bertujuan meningkatkan infrastruktur dan pelayanan publik, bukan untuk konsumsi sehari-hari. "Pelaksanaan APBD diukur dengan indikator kinerja utama dan indikator kinerja program serta kegiatan yang bermuara pada aspek kesejahteraan dan layanan publik," ujar Adi. (pik/why)



Share to
 (lp).jpg)