Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-03 14:46:39

Kisah Balita Kakak-Adik Idap Kelainan Jantung

KESEHATAN: Aulian (kiri) dan adiknya Reza (kanan) terlihat menggemaskan. Tapi, siapa sangka, kedua balita tersebut mengalami penyakit serius yakni kelainan jantung.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Malang dialami M. Aulian Ghayda Fattana Al-Ghoniyuh, usia 3 tahun, dan adiknya yaitu Muhammad Reza Al-Farendra, usia 2 tahun. Kakak beradik itu mengalami kelainan pada jantungya, sehingga keduanya sering mengalami sesak napas.

Ya, anak dari pasangan suami istri (pasutri) Mohammad Paryono dan Surahwati, warga Dusun Cempaka, RT 10, RW 05, Desa Pondok Kelor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, itu mulai mengalami kelainan jantung di usia berbeda.  Aulian, sang kakak, mulai mengidap sejak berusia 1 tahun, sedangkan Reza, adiknya, mulai terlihat sejak masih usia 7 bulan. Di usia yang masih dini itu, keduanya sudah bolak balik merasakan selang infus rumah sakit.

Baca Juga : Cari Kelapa di Sungai, Bocah 10 Tahun Tewas Terseret Arus

Saat tadatodays.com berkunjung ke rumahnya pada Rabu (03/2/2021), kakak beradik itu sedang asyik bermain dan selalu dijaga oleh orangtuanya karena mereka tidak boleh terlalu capek apalagi sampai terkejut. Jika itu terjadi, maka pernapasannya bisa terganggu, serta kaki, tangan dan bibirnya terlihat berwana ungu kehitaman.

Baca Juga : Bocah 5 tahun Ditemukan Meninggal di Parit

Surahwati menyampaikan, kedua anaknya sudah sering dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Bahkan, Reza sempat dilakukan operasi kecil untuk mengobati penyakitnya. Tapi operasi itu hanya untuk mengurangi rasa sakit dan bukan untuk penyembuhan, sebab keluarganya tak cukup dana untuk biaya penyembuhan yakni sekitar 100 juta rupiah.

Surahwati mengaku pernah mendaftarkan biaya pengobatan melalui Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Tapi, biaya sebesar itu tak di-cover sepenuhnya oleh BPJS. "Kalau yang ke Malang dan Surabaya itu biaya sendiri," katanya.

Kini, apa yang dialami oleh keluarga Suhrawati itu direspon oleh Koordinator Kesejahteraan Kegiatan Sosial (K3S) Kabupaten Probolinggo. K3S telah mendatangi rumah Aulian dan Reza pada Rabu (03/2/2021), dan melihat langsung kondisi kedua balita tersebut. K3S berjanji, akan berkoordinasi dan mendaftarkan pengobatan Aulian dan Reza melalui Yayasan Jantung Indonesia.

Nunung Nurdianah, selaku Ketua K3S Kabupaten Probolinggo, mengatakan bahwa pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan Yayasan Jantung Indonesia ini. Hanya saja, ia0 masih menunggu kelengakapan berkas dari keluarga pasien.

Untuk prosedur pemberkasan, Nunung melanjutkan, yakni melalui bidan desa, lalu ke tingkat kecamatan dan diteruskan ke tingkat kabupaten. Setelah semua berkas lengkap, maka K3S tinggal menunggu kabar dari yayasan. “Inshallah itu gratis," kata Nunung.

Perempuan yang juga istri Wakil Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko, itu mengaku baru mengetahui kalau ada balita di wilayahnya yang menderita kelainan jantung dan tak mampu dalam biaya pengobatan. “Inshallah kami akan membantu semaksimal mungkin," ujarnya.

Sementara, Camat Paiton, Muhammad Ridwan, juga mengaku baru mengetahui kabar tersebut. Ia mengatakan, dirinya memperoleh informasi pada Senin (01/2/2021) lalu. Karena itu, ia langsung meminta bantuan kepada K3S.

Ia berjanji akan tetap membantu pasien tersebut hingga dapat sembuh dari penyakitnya. Mulai dari koordinasi dengan K3S, Baznas dan LazisNU, hingga keluarga kedua balita juga mendapatkan yang dibutuhkan. "Kita akan kawal terus," katanya. (zr/don)