Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-08-21 21:29:10

Komunitas Sohib Muda, Perkuat Peran Pemuda di Tengah Masyarakat

PEDULI SANTRI: Pengurus Sohib Muda Probolinggo menyerahkan buku bacaan kepada santri di Yayasan Karomatul Hasan Littahsin Wat Tahfidz, Desa Sumberkatimoho, Kecamatan krejengan. Sohib Muda berharap agar adik-adik santri gemar membaca.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Isu perekonomian, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial menyita perhatian banyak orang. Ditambah adanya pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia, dan mempengaruhi segala sektor. Karenanya perlu dukungan banyak pihak untuk memulihkan sektor-sektor tersebut, seperti yang dilakukan oleh komunitas Sohib Muda Indonesia.

Komunitas Sohib Muda Indonesia ini terbentuk sejak 2019 dan telah tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Untuk di Probolinggo Raya terbentuk pada 24 Januari 2021, bersamaan dengan pembentukan Sohib Muda Jawa Timur. Penggagasnya adalah Afifuddin dan Rizky Miftahul Huda. Tadatodays.com berbincang dengan keduanya pada Senin (19/7/2021), di salah satu kafe di Kota Probolinggo.

Baca Juga : Komunitas Sohib Muda, Memperkuat Peran Pemuda di Tengah Masyarakat

Ditanya soal gerakan komunitasnya, pria yang karib disapa Afif dan Rizky ini saling memberikan pendapat. Afif menceritakan awal mula komunitas terbentuk. Pria yang memiliki usaha minuman instan dengan bahan utama buah alpukat di Kota Malang ini menyebut, karena hidup tidak sendiri maka perlu dorongan dari banyak pihak dalam mengatasi permasalahan. Termasuk dari kalangan pemuda.

Baca Juga : Komunitas Kita Produktif, Solusi Belajar Anak Didik pada Masa Pandemi

JAGA ALAM: Dengan menggalakkan menanam pohon, komunitas Sohib Muda menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi lingkungan.

Karenanya, Afif dan kawan-kawan sepakat membentuk komunitas Sohib Muda Indonesia di Probolinggo untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan gerakan dalam banyak hal yang sedang terjadi di tengah masyarakat Kabupaten dan Kota Probolinggo.

Menurutnya, pembahasan soal peningkatan ekonomi, keefektifan pendidikan, pelayanan kesehatan dan stabilisasi kesejahteraan masyarakat kurang menjadi perhatian kalangan muda. Alhasil, dukungan dari kelompok pemuda dirasa minim. "Kita ingin berjibaku untuk menguatkan peran serta pemuda," katanya.

Afif menyampaikan, sangat mudah untuk bergabung dengan komunitasnya. Syarat khususnya adalah seorang pemuda yang nuraninya terpanggil ketika melihat kemiskinan, penindasan dan ketertinggalan di tengah masyarakat. "Saat bergabung ini, setiap orang akan dapat menambah jejaring secara nasional karena berbuat lebih bagi bangsa," ujarnya.

SOSIAL: Tak hanya peduli dunia pendidikan, Sohib Muda juga peka akan kondisi masyarakat yang terdampak pandemi covid-19 dengan menyerahkan bantuan sembako.

Nantinya, setiap anggota membayar iuran sebesar Rp 50 ribu setiap bulan. Uang itu yang akan dijalankan untuk suatu kegiatan. Seperti, aksi nyata penanaman satu pohon satu pemuda di Kecamatan Kuripan, dan bantuan sosial di Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo. “Meski tidak banyak penyalurannya, tetapi bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tutur Afif.

Sementara ini, Afif menambahakan, komunitas Sohib Muda Indonesia Probolinggo fokus membahas soal pemberdayaan UMKM dan PKL di masa pandemi. Sohib Muda juga akan menyiapkan proses penggalangan dana untuk kegiatan dunia kesehatan. "Untuk membantu masyarakat yang tidak memiliki biaya saat sakit, dan mengadakan pengobatan gratis rutin setiap bulan," kata Afif.

Diketahui, jumlah anggota komunitas Sohib Muda di beberapa daerah di Indonesia ada sekitar 250. Data tersebut diambil dari jumlah relawan muda yang bergabung dengan kegiatan Sohib Muda.

250 pemuda itu punya latar belakang yang berbeda, namun tetap saling menghormati dan menghargai. Mulai dari perbedaan suku, agama dan ras. (ang/don)