Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-02 17:11:52

Konsep Staycation, Cara Perhotelan dan Pemkab Banyuwangi Hidupkan Kesenian Daerah

KEMBALI BERGELIAT: Sanggar Tari Sastra Dewa, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, saat tampil di Hotel Santika Banyuwangi pada 31 Maret lalu.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Hotel-hotel di Banyuwangi kian menggiatkan konsep staycation dengan menggelar atraksi wisata. Konsep itu disediakan oleh penyedia jasa akomodasi, seperti atraksi seni dan budaya dengan tetap menerapkan protokol ketat sehingga wisatawan tidak perlu pergi keluar hotel untuk mendapatkan hiburan.

Seperti yang dilakukan Hotel Santika Banyuwangi yang menggelar pertunjukan Janger, Rabu (31/3/2021) malam. Para pelaku seni dari Sanggar Tari Sastra Dewa, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, meramaikan pertunjukan tersebut. Mereka tampil apik membawakan lakon Ande-Ande Lumut.

Baca Juga : Berkualitas Ekspor, KKP Tertarik Mendirikan Lobster Center di Banyuwangi

Kesenian Janger merupakan kesenian khas Banyuwangi. Janger yang identik dengan lakon Damarwulan dan Minakjinggo ini merupakan akulturasi dari budaya Jawa, Bali dan Banyuwangi.

Baca Juga : Berkualitas Ekspor, KKP Tertarik Dirikan Lobster Center di Banyuwangi

Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah, menyebut Janger sebagai salah satu daya tarik atraksi seni budaya di Banyuwangi. "Kesenian ini sangat dekat dengan rakyat dan biasa digelar saat masyarakat Banyuwangi hajatan," kata Sugirah.

Diketahui, konsep wisata staycation ini berkolaborasi dengan para pelaku seni. Dengan konsep tersebut, kini penginapan akan dilengkapi atraksi seni budaya setiap weekend. Dengan begitu, wisatawan tetap bisa liburan menikmati atraksi seni meski hanya tinggal di hotel.

Menurut Sugirah, di masa pandemi ini terdapat kecenderungan wisatawan ingin berlibur tapi mengurangi aktivitas di luar. “Untuk mengakomodir ini, kami menggandeng menajemen hotel agar menyediakan panggung seni di areanya," kata Sugirah.

Nah, dari konsep yang telah dilakukan oleh Hotel Santika itu, Pemkab Banyuwangi mengapresiasinya karena telah mengenalkan budaya Banyuwangi. Setelah satu tahun lebih terdampak covid 19, Sugirah memastikan bahwa kesenian Banyuwangi sudah bisa  tampil kembali.

Ia juga meyakinkan kepada semua pihak, bahwa konsep yang digagas itu tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. “Ini juga akan menghidupkan kembali roda perekonomian," ujar Sugirah.

Sementara General Manajer Hotel Santika, Indra Muiz, mengatakan bahwa pertunjukan tersebut sebagai bentuk promosi pariwisata Banyuwangi.

Ia menyampaikan, Hotel Santika akan menggelar secara rutin pertunjukan kesenian dan melibatkan para seniman di Banyuwangi. “Daya tarik inilah yang  membuat wisatawan tertarik untuk staycation di Banyuwangi," kata Indra.

Karena masih pandemi, lanjut Indra, maka para penampil tetap mengenakan face shield. Sementara untuk penontonnya juga duduk dengan menjaga jarak minimal 1 meter.

Sambal menikmati pertunjukan, pengunjung juga tetap bisa menikmati makanan dengan dilayani langsung oleh petugas. “Petugasnya juga mengenakan faceshield, sarung tangan, dan antara makanan dengan pengunjung dibatasi dengan tirai plastic,” ujarnya

Dengan konsep itulah, pengunjung di Hotel Santikan merasa nyaman dan senang. Seperti yang diungkapkan oleh Arindra, salah satu pengunjung.

Meski tidak begitu paham dengan bahasa yang digunakan saat pertunjukan berlangsung, namun ia sangat menikmati pertunjukan Janger tersebut. “Tapi tata ceritanya, efek panggungnya, kostum yang dipakai, dan pelaku  seninya tampil bagus banget," kata Arinda. (*)