Koral Hias Banyuwangi Tembus Pasar Tiga Benua, Sekali Ekspor Capai USD 6.000

Mohamad Abdul Aziz
Tuesday, 24 Feb 2026 18:50 WIB

KORAL: Bupati Ipuk Fiestiandani saat mengunjungi tempat Sri Kandi Aquarium di Kecamatan Kalipuro.
BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Komoditas hasil laut Kabupaten Banyuwangi kian menunjukkan daya saing di pasar internasional. Salah satu produk unggulan yang kini diminati pasar global adalah koral hias hasil budidaya. Produk ini telah menembus pasar Asia, Amerika, hingga Eropa.
Usaha budidaya tersebut salah satunya dikembangkan oleh Sri Kandi Aquarium Banyuwangi yang berlokasi di Kecamatan Kalipuro. Pemiliknya, I Ketut Sukandi, telah merintis usaha ini sejak lebih dari satu dekade lalu dan mengantongi izin ekspor dari kementerian sejak 2011.
Saat ini terdapat sekitar 39 jenis koral yang dibudidayakan. Dua jenis yang menjadi primadona pasar adalah Euphyllia dan Acropora karena memiliki varian warna yang eksotis serta bentuk yang unik sehingga banyak diminati penghobi akuarium laut rumahan di berbagai negara.
“Penanaman kita lakukan di laut. Untuk kebutuhan ekspor, biasanya kita panen antara usia tiga bulan hingga dua tahun, sesuai permintaan pasar,” ujar Sukandi.

Sebelum dikirim ke luar negeri, koral yang telah dipanen terlebih dahulu melalui tahap karantina dan penyiapan di fasilitas akuarium. Di lokasi tersebut tersedia 20 akuarium air laut yang masing-masing mampu menampung sekitar 200 koral siap ekspor. "Setiap akuarium dilengkapi sistem sirkulasi air dan sinar Ultra Violet (UV) guna menjaga kualitas dan kesehatan koral," jelasnya.
Permintaan pasar terhadap koral hias Banyuwangi terus meningkat. Saat ini, pasar terbesar berada di China, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di Eropa. Dalam satu kali pengiriman, Sri Kandi Aquarium mampu mengekspor antara 200 hingga 1.200 pieces koral dengan nilai transaksi mencapai sekitar USD 6.000.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengapresiasi pengembangan budidaya tersebut. Menurutnya, selain memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka peluang lapangan kerja, sistem budidaya yang diterapkan juga mendukung upaya pelestarian lingkungan laut. “Koralnya cantik-cantik dan banyak ragamnya, dan ini semua merupakan hasil budidaya,” ujar Ipuk saat mengunjungi tempat budidaya Sri Kandi Aquarium.
Ipuk menambahkan, pengembangan komoditas berbasis budidaya seperti ini penting untuk terus didorong karena mampu menjaga keseimbangan ekosistem laut sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat pesisir. "Dengan potensi pasar global yang masih terbuka lebar, budidaya koral hias Banyuwangi dinilai memiliki prospek cerah sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan daerah," katanya. (azi/why)


Share to
 (lp).jpg)