Korban Salah Sasaran Ternyata Masih Kerabat Pria yang Gadaikan Istrinya 250 Juta

Syarif Hidayatullah
Syarif Hidayatullah

Friday, 14 Jun 2019 00:42 WIB

Korban Salah Sasaran Ternyata Masih Kerabat Pria yang Gadaikan Istrinya 250 Juta

SALAH SASARAN : Muhammad Toha (34 tahun) warga Desa Sombo, Kecamatan Gucialit yang dibacok Hori, pria yang menggadaikan istrinya 250 juta ternyata masih punya hubungan saudara. Tampak Hori (kanan) saat ditunjukkan kepada awak media.

LUMAJANG - Muhammad Toha (34 tahun) warga Desa Sombo, Kecamatan Gucialit yang dibacok Hori, pria yang menggadaikan istrinya 250 juta, ternyata masih punya hubungan saudara.

Muhammad Toha, pria tak bersalah itu menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Lumajang setelah menjalani perawatan usai menjadi korban pembunuhan salah  sasaran.

Toha menderita luka bacok cukup parah. Diantaranya  tulang iga kanan di bagian belakang rusuk nomor tiga putus, tulang belikat kiri putus, tulang belikat kanan pecah. Selain itu, tulang punggung robek melintang dari atas kanan sampai kiri bawah dengan ukuran 29x9 cm serta paru kanan terlihat robek.

“Pangkal lengan bagian kiri juga mengalami luka robek sepanjang 21x4 cm kedalam daging,” Ungkap Kasatreskrim AKP Hasran Cobra.

Sementara itu, menurut keterangan teman korban, Kholik (34 tahun) dari desa yang sama. Muhammad Toha saat itu membantu mencarikan sandal milik putra Kholik yang hilang di jalan Jalan Dusun Argomulyo sekitar pukul 19.30, Selasa (11/06).

“Tanpa diduga, Toha diserang orang dari belakang menggunakan celurit. Karena tak siap, Toha akhirnya tak berdaya dengan sabetan celurit milik orang tak dikenal. Korban pun terjatuh,” Ungkapnya.

Setelah korban tak berdaya, Hori kemudian sadar bahwa pria yang dibacoknya bukan Hartono (43 tahun) pria yang dicari. Namun, pria lain yang perawakan dan wajahnya mirip Hartono.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menjelaskan, sejauh ini pihaknya masih terus mendalami motif di balik pembunuhan Muhammad Toha, pria malang asal Desa Sombo, Kecamatan Gucialit.

“Sebab, selain pembunuhan ada peristiwa lain yakni suami menggadaikan istrinya 250 juta,”ungkapnya.

Kapolres juga akan memanggil istri tersangka dan Hartono. “nanti kami mintai keterangan apakah ada proses penggadaian atau peristiwa lain yang menyebabkan terjadinya pembunuhan tersebut,” pungkasnya. (mm/sp)


Share to