Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-10-28 18:18:17

KPK Temukan Bukti Berupa Dokumen dan Alat Elektronik Kasus TPPU Hasan Aminuddin dan Istri

GELEDAH: Rumah milik Zulfikar Imawan di Kelurahan Mangunharjo, Kota Probolinggo juga digeledah KPK. Zulfikar merupakan wiraswasta yang juga menjadi ketua DPD Partai NasDem Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus Gratifikasi dan TPPU dengan tersangka Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari dan suaminya selaku anggota DPR RI, Hasan Aminuddin. Yang terbaru, KPK menemukan dokumen penting dan alat elektronik yang ada kaitannya dengan kasus tersebut.

Dokumen dan alat elektronik itu didapat dari penggeledahan di sejumlah tempat di Kota dan Kabupaten Probolinggo. Di antaranya, rumah milik Zulfikar Imawan selaku wiraswasta yang juga ketua DPD Partai Nasdem Kota Probolinggo, Kamis (28/10/2021). Rumah tersebut berada di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Baca Juga : Zulmi dan Dini, Dua Anak Kandung Hasan Aminuddin Diperiksa KPK

Selanjutnya penggeledahan di beberapa tempat lainnya. Seperti di Dusun Krajan, RT/RW 01 Desa Jatiadi, Kecamatan Gending; Dusun Blimbing, RT 5 RW 3, Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading;   Dusun Taman RT 1/RW 2, Desa Sebaung, Kecamatan Gending.

Baca Juga : Sempat "Menguasai" Proyek Fisik di Probolinggo, Kakak Kandung Hasan Diperiksa KPK

Kemudian, di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan dan Kantor Badan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya mengatakan dari beberapa tempat yang digeledah ditemukan dan diamankan berbagai bukti. Di antaranya dokumen dan alat elektronik yang diduga ada hubungannya dengan perkara. "Selanjutnya akan segera diteliti mengenai keterkaitan bukti-bukti tersebut dan dilakukan penyitaan untuk melengkapi berkas perkara tersangka," ujarnya.

Sementara, tadatodays.com telah berupaya mengonfirmasi Zulfikar Imawan, salah satu pihak yang rumahnya digeledah. Akan tetapi, hingga pukul 17.14 WIB Zulfikar Imawan belum merespons.

Pria yang karib disapa Iwan ini baru merespons sekira pukul 20.00. Iwan membenarkan bahwa rumahnya digeledah KPK. Saat itu ia sedang ada kegiatan partai dalam rangka Hari Sumpah Pemuda, di Jember. "Di rumah ada istri dan anak saya," katanya.

Iwan menyampaikan bahwa penggeledahan itu tidak ada kaitannya dengan kepartaian. "Kami, dan khususnya saya tetap akan menghormati segala proses hukum yang berjalan," ujarnya.

Selain menggeledah sejumlah tempat, KPK juga memeriksa 6 orang. Keenamnya yakni, Johanes Fransiskus Ferry Effendi Gunawan selaku wiraswasta; Yuni Rachmawati selaku wiraswasta; Totok Hariyanto selaku pensiunan PNS; Supoyo selaku Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo; dan Nurul Yakin selaku PNS di Dinas Pendidikan setempat. (ang/don)