Untung Apriliyanto


Wartawan Tadatodays.com | 2020-10-29 21:54:46

KPU Anggarkan Rp 4 Miliar untuk Rapid Test 33 Ribu Anggota KPPS dan Linmas

PATUHI PROKES: Ketua KPU Banyuwangi Dwi Anggraini Rahman mewajibkan rapid test bagi KPPS dan Linmas yang nantinya bertugas di TPS.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - KPU Banyuwangi mengalokasikan anggaran fantastis untuk rapid test anggota KPPS dan Linmas. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 4 miliar untuk 3 ribu petugas.

Rapid test ini menurut KPU menjadi perayaratan yang wajib dilakukan agar pelaksanaan pencoblosan nanti berlangsung aman. Mengingat angka penyebaran Covid-19 di kabupaten paling timur pulau Jawa ini masih tinggi.

Baca Juga : Kemensos Siapkan Bantuan Sosial Rp 15 Juta, Bagi Ahli Waris Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia

Ketua KPU Banyuwangi Dwi Anggraini Rahman mengatakan, KPU memang mengalokasikan anggaran besar karena biaya rapid untuk satu orang sekitar Rp 150 ribu.

Baca Juga : Meski Status Oranye, Pemkot Pasuruan Galakkan Lagi Operasi Masker

“Untuk anggaran rapid test ini kita difasilitasi APBN,” terangnya, saat ditemui di kantor KPU setempat, Kamis (29/10/2020).

Puluhan ribu petugas KPPS dan Linmas itu akan bertugas di 3.745 TPS. Mereka baru akan dirapid test begitu SK penugasan keluar. Rencananya, rapid test dilakukan sekitar tanggal 25 sampai 26 November.

Dalam pelaksanaan rapid test, KPU berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat. Hasil koordinasi dengan Dinkes, ada 33 fasilitas kesehatan yang bisa digandeng untuk melakukan rapid test.

Dengan begitu, rapid test bagi KPPS dan Linmas yang terpilih nantinya tidak dilakukan di satu titik. “Karena jumlahnya banyak. Kalau hanya satu titik, pasti akan menyebabkan kerumunan dan melanggar protokol kesehatan. Kemungkinan nanti akan disebar. Paling tidak di desa-desa,” ungkapnya.

KPU juga merencanakan rapid test pada PPK dan PPS. Hanya saja KPU belum menjadwalkan. Sementara ini mereka fokus melakukan rapid test untuk KPPS dan Linmas. (ua/sp)