Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-18 12:35:46

Kraksaan dan Paiton Sukseskan 1000 Rapid Test Antigen Masal

PASAR: Kawasan Pasar Semampir menjadi salah satu sasaran rapid test antigen di Kraksaan, meski tidak ditemukan warga Kraksaan yang positif Covid-19.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Gerakan 1000 Rapid Test Antigen masal di 7 Kecamatan zona merah Covid-19 di Kabupaten Probolinggo sudah dilangsungkan. Termasuk, di Kecamatan Paiton dan Kraksaan yang masuk dalam daftar 7 kecamatan zona merah tersebut.

Untuk di Kecamatan Paiton, tes masal itu diketuai oleh Camat Paiton Muhamad Ridwan. Pihak kecamatan juga menggandeng dua puskesmas di wilayah Paiton, yakni Puskesmas Paiton dan Puskesmas Jabung Sisir.

Baca Juga : Vaksinasi Tahap Dua di Banyuwangi Segera Dilakukan

Sasaran rapid test antigen tersebut yang pertama adalah satgas kecamatan setempat, lalu para petugas yang sering berinteraksi dengan masyarakat, seperti petugas di kecamatan dan desa se Kecamatan Paiton. Lalu, pusat-pusat kerumunan yang disinyalir rentan terhadap adanya penularan, seperti halnya pasar. Bahkan, dua kantor perbankan yang menjadi tempat penyaluran bantuan terdampak Covid-19 bagi warga Paiton, yakni BRI dan BNI Paiton juga menjadi sasaran.

Baca Juga : Data Penerima Vaksin Tahap Dua Belum Rampung, Termasuk Lansia

Muhamad Ridwan, Camat Paiton mengatakan kalau pihaknya menargetkan dalam dua minggu sudah dapat menghabiskan 1000 rapid tes antigen tersebut. "Kita berlakukan sistem sidak, jadi di mana yang menjadi tempat kerumunan kita langsung datangi dan lakukan rapid tes antigen," terangnya pada tadatodays.com, Rabu (13/1/2021).

Karena terdapat dua uskesmas di Kecamatan Paiton, maka satgas membagi wilayah desa pada masing-masing Puskesmas. Untuk Puskesmas Jabung Sisir meliputi 7 desa, yakni Desa Jabungsisir, Jabung Candi, Randumerak, Jabung Wetan, Kalikajara Kulon, Kalikajar Wetan dan Desa Sudodadi. Sedangkan 13 Desa lainnya menjadi bagian Puskesmas Paiton. "Kita ada sekitar 160 perangkat desa se Kecamatan Paiton. Pembagian luas wilayah dan keramaian itu lebih banyak di Puskesmas Paiton" ucapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jabungsisir, dr. Yuniar Indah Savitri, mengaku pihaknya mengalami kesulitan untuk mencari orang yang ingin di rapid test antigen di wilayahnya. Selain karena memang tidak mempunya pasar atau tempat wisata, juga karena banyak masyarakat yang termakan isu hoaks, sehingga takut untuk dilakukan rapid test antigen. "Mereka sebenarnya mau kalau diberi penjelasan, tapi lihat kita saja sudah kabur,” ungkapnya.

Disamping itu, Kepala Puskesmas Paiton, dr. Nina Kartika, mengatakan kalau pihaknya dalam waktu setiap hari tidak ada target. Tapi, ketika terdapat kerumunan pihaknya langsung bergerak. "Ini untuk kepentingan masyarakat, karena masyarakat tidak perlu takut. Kami ingin memastikan semua masyarakat sehat," tandasnya.

Satgas Kraksaan Juga Sasar Ibu Hamil

Jika di Kecamatan menemukan kendala, berbeda dengan rapid test antigen masal di Kecamatan Kraksaan. Terhitung sejak Sabtu (5/1/2021) lalu sampai  Kamis (14/1/2021), sebanyak 901 orang telah dites antigen. Sementara sisanya, akan digunakan di Puskesmas Kraksaan, salah satunya menyasar ibu hamil.

Ponirin, Camat Kraksaan mengatakan, sudah ada beberapa tempat yang dilakukan rapid tes antigen di wilayahnya.  Seperti, Pasar Semampir, pertigaan Kelurahan Sidomukti, dan juga menjaring masyarakat yang melintas di jalan-jalan tersebut. "Diharapkan kesehatan masyarakat khususnya di Kraksaan, bisa terdeteksi sedini mungkin sehingga jika didapati positif lebih cepat untuk penanganannya," sampainya.

Semetnara, Kepala Puskesmas Kraksaan, Nuryakub mengatakan, dari 901 orang yang telah dites antigen terdapat 6 orang yang positif.  "Yang satu orang itu KTP malang, sudah lama bekerja di sini (Kraksaan). Sedangkan lima orang lainnya itu warga luar orang Kraksaan," ucapnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Nuryakub melanjutkan, setiap harinya ia mampu menggunakan lebih dari 100 rapid tes antigen. Hal itu, merupakan bentuk ikhtiar dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 di wilayah Kabupaten Probolinggo. “Khususnya Kecamatan Kraksaan,” pungkasnya. (zr/don)