Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2021-08-25 19:36:01

Kwarcab Pramuka Kabupaten Probolinggo Siapkan 6 Ribu Dosis Vaksin

HARI JADI: Kwarcab Pramuka Kabupaten Probolinggo mendukung kegiatan vaksinasi yang digalakkan pemerintah. Total 6 ribu dosis vaksin disediakan yang didistribusikan Kwarda Pramuka Jawa Timur dan Dinkes Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Probolinggo menggelar peringatan Hari Jadi ke-60 Gerakan Pramuka dengan cara istimewa. Yakni, dengan mengadakan vaksinasi masal terhadap anggota pramuka di Kabupaten Probolinggo.

Vaksinasi masal tersebut ditargetkan sebanyak 6 ribu dosis vaksin yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama telah diselenggarakan pertengahan Agustus 2021 di 9 titik Kwartir Ranting (Kwarran). Pada tahap pertama sebanyak 3.750 anggota Pramuka rampung divaksin.

Baca Juga : Tekan AKI-AKB, 76 Persen Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tongas Sudah Divaksin

“Termasuk di Dringu dan Leces,” terang Sekretaris Kwarcab Pramuka Kabupaten Probolinggo Edy Junaedi. Sedangkan pada tahap kedua, saat ini sedang berlangsung dan telah terjadwal di 16 titik Kwarran. Vaksinasi masal tahap kedua ditargetkan rampung hingga awal September mendatang.

Baca Juga : Tekan AKI-AKB, 76 Persen Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Tongas Sudah Divaksin

Selasa (24/8/2021), vaksinasi masal oleh Kwarcab setempat dilakukan di dua titik. Yaitu di SDN Lumbang II dan SDN Tongas Wetan I. Para anggota pramuka tampak sangat antusias mengantre untuk mendapat vaksin Sinovac.

AMAN: Anggota Kwarcab Pramuka Kabupaten Probolinggo mendapat suntikan vaksinasi covid-19. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi ke-60 Gerakan Pramuka.

Edy -sapaan akrabnya- mengatakan, kegiatan kemanusiaan dan bakti sosial berupa vaksinasi masal tersebut merupakan salah satu rangkaian Hari Jadi Ke-60 Gerakan Pramuka. Kegiatan itu dilaksanakan berdasarkan instruksi Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur. Total, sebanyak 60 ribu dosis vaksin disediakan di Jatim.

“Kami Kwarcab Pramuka Kabupaten Probolinggo mendapat 2 ribu dosis. Setelah kami koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat, kami ditambah 4 ribu dosis. Maka kami selenggarakan vaksinasi 6 ribu dosis,” jelasnya.

Menurutnya, anggota Pramuka yang siap divaksin di Kabupaten Probolinggo sebanyak 7.500 orang. Ia berharap para anggota Pramuka yang rampung divaksin ikut mengajak anggota yang lain dengan cara mengunggah kartu vaksin dan foto vaksin di media sosial. Sehingga harapannya teman-teman lainnya juga tertarik untuk divaksin.

“Karena banyak anggapan vaksin yang negatif,” ungkapnya. Anggota Pramuka di Kabupaten Probolinggo mendapat jatah vaksin jenis Sinovac. Menurut Dinkes setempat, vaksin jenis Sinovac itu aman bagi remaja. Terbukti temuan KIPI pada peserta vaksinasi masih dalam batas wajar. “Sasarannya anggota Pramuka yang juga remaja,” imbuhnya.

Antusiasme anggota Pramuka pada vaksinasi masal tersebut juga didukung orang tua. Bahkan di Kwarran Paiton, orangtua anggota Pramuka juga ikut mengantre mendaftar untuk divaksin.

“H-1 pelaksanaan, kami sosialisasi ke masyarakat sekitar. Kita mengadakan untuk anggota Pramuka, tapi orangtuanya juga ikut. Kami pantau banyak masyarakat menunggu kegiatan vaksinasi. Kami hanya memotivasi kwartir ranting, selanjutnya mereka koordinasi dengan puskesmas setempat,” tegasnya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica, M.Epid mengaku, vaksinasi oleh Gerakan Pramuka setempat bertujuan untuk menyasar sekolah-sekolah supaya tervaksinasi. Pasalnya, sekolah dalam waktu dekat kemungkinan menggelar pembelajaran tatap muka.

“Kita menggerakkan anak-anak, karena syarat sekolah nanti harus punya sertifikat vaksin. Walaupun tetap tidak 100 persen yang tatap muka. Syarat sekolah diizinkan belajar tatap muka, semua warga sekolah tervaksin. Vaksinasi diadakan di banyak titik, sehingga akan lebih cepat. Rencana tiap kecamatan ada, sekarang sudah jalan,” ungkapnya.

TERTIB: Siswa di Kabupaten Probolinggo yang juga merupakan anggota Pramuka, antre dengan tertib sebelum mendapat vaksinasi.Menurutnya, vaksin jenis Sinovac terbatas. Sehingga harus disesuaikan dengan jumlah sasarannya. Pihaknya mengaku terbantu Gerakan Pramuka. cakupan vaksinasinya juga naik karena warga sekolah jelas by name dan by address-nya. Temuan KIPI pada vaksinasi oleh Gerakan Pramuka bersifat standar kewajaran. Ada efek bengkak dan memar setelah vaksin.

Dokter Vero -sapaan akrabnya- mengatakan, Pramuka merupakan role model vaksinasi dengan sasaran anak sekolah. “Kami berharap setelah mereka divaksin tidak ada berita hoaks, karena terbukati aman dan halal,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu anggota Pramuka Gugus Depan (Gudep) SMPN I Lumbang Agusna Nur Hamida mengatakan, ia mengikuti vaksinasi agar bisa segera mengikuti pembelajaran tatap muka. Pasalnya sudah satu tahun ia sekolah dengan daring. Selama mengikuti vaksinasi, awalnya ia merasa takut. Ternyata tidak ada masalah.

Saat mengikuti vaksinasi, ia hanya disyaratkan membawa kartu keluarga saja. Lalu diskrining, kemudian divaksin. “Memang rasanya agak linu. Tapi masih wajar. Pada teman-teman, cepat ikut vaksin biar segera sekolah, dan supaya bebas serta pulih dari corona,” katanya.

Diketahui, vaksinasi masal oleh Gerakan Pramuka di Kecamatan Dringu, tepatnya di SDN Kedungdalem II pada Sabtu (14/8/2021) dan di SMPN I Leces, Minggu (15/8/2021), dihadiri Wakil Bupati Probolinggo H.A. Timbul Prihanjoko yang sekaligus sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Probolinggo. (*/hla/sp)