Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-09-06 15:26:57

Layanan Administrasi di RSUD Mohamad Saleh Dikeluhkan Keluarga Pasien

LAYANAN KESEHATAN: Layanan administrasi di RSUD Mohamad Saleh dikeluhkan. Agus Purwoko, orang tua salah satu pasien menyebutkan bahwa untuk membayar obat saja alurnya bertele-tele.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pelayanan administrasi di RSUD Mohamad Saleh Kota Probolinggo, dikeluhkan oleh keluarga pasien bernama Agus Purwoko, 58, warga Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan. Agus menyebut, petugas saling lempar kewenangan sehingga menghambat layanan.

Agus Purwoko menyampaikan, lempar kewenangan itu antara bagian apotek dan kasir. Apa yang dialaminya itu terjadi pada Minggu (5/9/2021), sekira pukul 22.00 WIB.

Baca Juga : Dinyatakan Positif Covid-19 dan Meninggal, Keluarga Mengamuk

Agus menceritakan, bermula saat anaknya bernama Julio Mitra Bela Zukifli tergigit hewan dan membuat kakinya terasa sakit. Karena khawatir, ia pun membawa anaknya ke rumah sakit.

Baca Juga : Tangani Pasien Covid-19, Nakes-Tenaga Pendukung Terima Insentif Rp 5 M

Ia selanjutnya mendaftar di bagian resepsionis. Selanjutnya data Julio dimasukkan dan langsung dilakukan pemeriksaan oleh dokter umum di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Nah, setelah diperiksa dan diberikan resep oleh penerimaan resepsionis, Agus disarankan untuk mengambil obat ke apotek rumah sakit.

Namun Ketika hendak membayar uang obat, petugas menyarankan Agus untuk mendatangi resepsionis untuk mengetahui harga obat. Ketika kembali lagi, petugas resepsionis mengatakan jika pembayaran bukan di tempatnya, melainkan di kasir. "Mengapa bagian apotek tidak langsung berkoordinasi dengan kasir," ujarnya.

Selain itu, Agus menduga pelayanan bertele-tele ini bukan hanya menimpa dirinya, tapi keluarga pasien lainnya. Ia berharap agar pelayanan kecil seperti itu tidak membuat keluarga pasien kebingungan.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Direktur RSUD Mohammd Saleh, dr. Abraar Kuddah setelah menerima laporan lisan dari Agus Purwoko, mengaku akan mengubah alur layanan. Lebih lanjut, ia meminta kepada Agus untuk menuliskan laporannya. "Nanti saya ubah birokrasinya," ujarnya. (ang/don)