Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-05-01 14:13:59

Lebaran Sesaat Lagi, di Probolinggo Ada Pria Bernama Hari Idul Fitri

IDENTITAS: Hari menunjukkan KTP miliknya. Di kartu tersebut tertulis jelas nama pemilik kartu tersebut adalah Hari Idul Fitri, yang lahir di Probolinggo pada 12-06-1981.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Nama merupakan identitas bagi siapapun. Termasuk nama orang. Di Kabupaten Probolinggo ada seorang pria yang memiliki nama yang tidak biasa. Namanya adalah Hari Idul Fitri. Nama tersebut tentu tidak lazim di telinga masyarakat, sebab sama persis dengan salah satu peringatan hari raya umat muslim yaitu Idul Fitri.

Untuk mengetahui sejarah nama yang disandang oleh pria asal Dusun Karangasem, Desa Sukorejo, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, itu tadatodays.com menemui Hari Idul Fitri -akrab disapa Hari- di rumahnya pada Sabtu (23/4/2022).

Baca Juga : Mangga Laris Manis, Naik Harga Pula

Pria kelahiran Probolinggo, 12 Juni 1981 itu menceritakan kalau nama yang diberikan orang tuanya itu karena kelahirannya tepat pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1402 Hijriah. Tepat pukul 03.00 WIB pagi, ia dilahirkan dari rahim seorang perempuan bernama Aeroni. Hari merupakan anak ketiga dari pasangan Muhamad Aris dan Aeroni. diingat. "Saya anak paling bungsu, mas," ujarnya pada tadatodays.com.

Baca Juga : Antisipasi Arus Balik, Polresta Banyuwangi Terjunkan 920 Personel Gabungan

Karena lahir di momen lebaran itulah, Muhamad Aris dan Aeroni sepakat untuk menamai anak ketiganya itu dengan nama Hari Idul Fitri. Kala itu, Aris beralasan agar tanggal lahir anak ketiganya itu mudah diingat.

Nah, setelah bertahun-tahun memiliki nama unik itu, Hari pun menceritakan pengalamannya dari setiap kejadian yang ada kaitannya dengan namanya itu.

Seperti saat ia bersekolah. Diketahui, Hari sekolah di SDN Kraksaan Wetan 1, dan SMPN 2 Kraksaan.

Ia menceritakan, namanya itu sering dijadikan bahan gurauan guru-gurunya saat mengabsen kehadiran siswa di dalam kelas. Ketika guru mengabsen nama lengkapnya, sontak guru dan teman kelasnya tertawa.

Hal yang sama saat ia melaksanakan ijab qobul pernikahannya dengan perempuan idamannya, Yuliastutik. Pernikahan itu berlangsung pada 2017 silam.

AKTIVITAS: Hari Idul Fitri mengabdikan dirinya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Mulai dari sopir ambulans RSUD Waluyo Jati Kraksaan, hingga sopir mobil patwal Dishub. Kini, Hari menjadi sopir pada Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo.

Saat sang kiai menanyakan nama lengkap mempelai pria, yang tak lain dirinya, kiai yang akan mengijab qobul tersebut tak percaya ketika Hari menyebutkan nama lengkapnya. Saat itu, sang kiai justru mengganggap Hari bergurau dengan mengada-ngada nama tersebut. Namun setelah diyakinkan dengan bukti KTP, kiai tersebut akhirnya percaya dan segera melangsungkan ijab qobul. "Semua tamu undangan sampai ketawa," kenangnya.

Setelah melangsungkan menikahkan Hari dengan Yuliastutik, ternyata kiai tersebut memberikan saran yang menggelitik. Ia menyarakankan kepada Hari agar jika memiliki momongan laki-laki, agar memberinya nama “Hari Idul Adha”. Tak ayal, para tamu undangan pun tertawa lepas.

Terlepas dari namanya yang unik, Hari menganggap bahwa nama merupakan anugerah dari Allah SWT yang dititipkan melalui orang tuanya. Jadi dirinya tetap bersyukur dan bangga dengan nama tersebut.

Akan tetapi, nama tersebut ternyata tidak hanya melahirkan cerita-cerita lucu di kehidupannya. Hari juga meneteskan air mata dengan namanya itu. Terutama ketika peringatan Hari Raya Idul Fitri tiba. Karena namanya itu mengingatkannya kepada kedua orang tua yang sudah susah payah membesarkannya. "Apalagi ayah saya sudah meninggal," katanya.

Di akhir obrolan dengan tadatodays.com, ayah satu anak itu juga menceritakan kalau saat ini ia bekerja sebagai sopir mobil milik Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo. Ia merupakan sopir khusus yang mengantar pelajar berprestasi dari Kecamatan Kotaanyar dan Paiton, yang sekolah di Kecamatan Kraksaan.

Namun sebelum bekerja di Dispendik, dirinya sempat menjadi sopir ambulans RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Hingga menjadi sopir patwal Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo. "Semoga masih diberi kesehatan agar tetap bekerja untuk keluarga," tuturnya. (zr/don)